Wisatawan mancanegara dan domestik saat menonton MotoGP Mandalika 2025. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Dia mengungkapkan puncak okupansi terjadi pada periode Juli hingga Agustus 2026, seiring penyelenggaraan berbagai event nasional dan internasional serta momentum libur sekolah. Lonjakan hunian terjadi secara merata di berbagai kelas hotel di kawasan Mandalika yang mencerminkan kuatnya multiplier effect event terhadap pergerakan wisatawan, sektor pariwisata, dan ekonomi lokal.
ITDC mencatat kinerja positif sepanjang 2025 pada tiga destinasi yang dikelola yaitu The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya pada semester II di tengah dinamika industri pariwisata nasional dan global. Kinerja tersebut tercermin dari tingkat okupansi yang stabil dan jumlah kunjungan wisatawan yang tumbuh signifikan di seluruh kawasan yang dikelola ITDC.
Fajar mengatakan stabilitas kinerja pada semester II 2025 tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas pariwisata dan penyelenggaraan berbagai event nasional maupun internasional di tiap kawasan. Hal ini berdampak pada tingginya pergerakan wisatawan, penguatan positioning destinasi, dan menjaga kepercayaan pelaku industri pariwisata pada kawasan yang dikelola ITDC.
“Sepanjang 2025, kami berhasil menjaga tingkat okupansi kawasan tetap stabil sekaligus mendorong pertumbuhan signifikan pada jumlah kunjungan. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata di kawasan yang kami kelola terus bergerak positif, baik melalui penguatan event, Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), serta pengembangan pengalaman destinasi,” ujarnya.