Ilustrasi PLTS. IDN Times/Istimewa
Rum menambahkan lewat usulan program dan kegiatan penuntasan pembangunan infrastruktur pendukung DPSP Mandalika, Pemprov NTB akan mengusulkan tambahan kuota EBT minimal 100 MW. Karena kuota yang diperoleh NTB tahun ini hanya 2,5 MW pembangkit EBT.
Sebelumnya, Vice President Komunikasi Korporat PLN Gregorius Adi Tirta saat menjadi pembicara Lombok Writers Festival (LWF) 2022 di Gili Trawangan secara virtual, Rabu (10/3/2022) menyebutkan total kapasitas pembangkit PLN secara nasional pada 2021 sebesar 64,5 GW, terdiri dari 37 persen PLTMG, 50 persen PLTU serta 13 persen pembangkit EBT.
Pada 2030, kapasitas pembangkit ditargetkan sebesar 99,2 GW, terdiri dari 29 persen pembangkit EBT, 26 persen PLTMG dan 45 persen PLTU. Pada 2022, akan melakukan pengembangan pembangkit EBT sebesar 1,2 GW sesuai RUPTL 2021-2030. PLN akan mengembangkan 21 pembangkit EBT kapasitas 1,2 GW pada 2022 tersebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara.
Terdiri dari 6 proyek PLTA kapasitas 475 MW, 3 proyek PLTS kapasitas 512 MW, 2 proyek PLTBio 9 MW, 1 proyek PLTM 15 MW, 7 proyek PLTP 195 MW dan 1 proyek PLTBm 10 MW dan 1 proyek PLTB 2×11 MW.
Di NTB sendiri, total kapasitas pembangkit EBT sebesar 40,19 MW. Terdiri dari PLTMH 17,77 MW dan PLTS 22,42 MW. Beberapa di antaranya PLTM Santong 1 MW, PLTM Narmada 100 kW dan PLTS Selong 5.000 kW.