Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
NTB Kebut DED dan Amdal untuk Percepat Proyek Bypass Lembar-Kayangan
Ilustrasi jalan bypass Mandalika Lombok Tengah. (dok. IDN Times)

Mataram, IDN Times - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) fokus menuntaskan penyusunan Detailed Engineering Design (DED) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek bypass Lembar-Kayangan pada 2026 ini. Proyek pembangunan jalan bypass baru tersebut akan menghubungkan dua pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur.

Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya menjelaskan pada mulanya sempat diidentifikasi atau dikenal dengan nama proyek jalan tol. Namun, status dan penamaannya kini disesuaikan kembali menjadi proyek jalan bypass. Bypass Lembar-Kayangan diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di jalur utama Pulau Lombok saat ini.

Saat ini, proyek bypass Lembar-Kayangan baru memasuki tahap awal berupa persiapan lokasi serta penyusunan dokumen-dokumen penting yang menjadi persyaratan mutlak pembangunan fisik. "Sekarang dalam tahap persiapan lokasi, dan juga persiapan untuk studi-studi dokumen lingkungan (Amdal) dan DED. Itu yang sedang kita persiapkan," kata Wijaya dikonfirmasi di Mataram, Rabu (20/5/2026).

1. DED dan Amdal ditargetkan rampung tahun ini

Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia menargetkan seluruh dokumen lingkungan, Amdal, hingga DED dapat dirampungkan pada tahun 2026 ini. Setelah seluruh dokumen tersebut siap, pemerintah daerah akan langsung mengusulkannya ke pemerintah pusat guna mendapatkan dukungan anggaran, mengingat skala proyek yang besar ini direncanakan akan didanai langsung melalui APBN.

Wijaya mengungkapkan proyek ini sudah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian PU. Bahkan dalam kunjungan Menteri PU ke NTB beberapa hari lalu, proyek bypass Lembar-Kayangan juga sempat dibahas. Dia mengatakan pembangunan bypass Lembar-Kayangan di sisi selatan Pulau Lombok ini dinilai sudah sangat mendesak. Dia mengungkapkan bahwa beban arus lalu lintas di jalur utama yang melewati Kota Mataram hingga Lombok Timur sudah sangat padat, terlebih pada hari Sabtu dan Minggu.

"Kondisi di jalur utama luar biasa padat, apalagi kalau sudah namanya orang 'nyongkolan' (tradisi iring-iringan pernikahan adat Sasak). Sabtu-Minggu sudah padat, ditambah banyak mobil-mobil dengan tonase besar. Pergerakan kendaraan jadi sangat lambat. Dari Mataram ke Pringgabaya Lombok Timur saja sekarang bisa memakan waktu hingga 3 jam," jelasnya.

2. Memperlancar arus logistik antarpelabuhan

Truk pengangkut sapi kurban di Pelabuhan Gili Mas Lombok Barat. (dok. Istimewa)

Wijaya menjelaskan alasan dipilihnya jalur selatan untuk proyek bypass Lembar-Kayangan. Dia menjelaskan bahwa orientasi utama dari proyek ini adalah menghubungkan koridor antarpelabuhan ke pelabuhan, bukan pelabuhan ke pusat kota.

Jalur ini nantinya akan mengalirkan kendaraan logistik besar yang datang dari Jawa atau Bali menuju NTB, maupun yang transit menuju NTT. Selain itu juga untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di jalur utama Pulau Lombok saat ini. Proyek strategis ini diharapkan dapat berjalan lancar demi meningkatkan efisiensi waktu tempuh logistik lintasan Jawa-Bali-NTB-NTT dan kenyamanan berkendara masyarakat di Pulau Lombok.

3. Ditargetkan konstruksi tahun 2027

Jalan Bypass Mandalika. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan pembangunan bypass Lembar-Kayangan ditargetkan mulai konstruksi pada 2027 mendatang. Dia menekankan bahwa proyek strategis Bypass Lembar-Kayangan sebagai prioritas percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas NTB.

Dia mengatakan pada 2026, proyek Bypass Lembar-Kayangan fokus pada pengerjaan DED, Amdal dan pembebasan lahan. Sedangkan konstruksi proyek Bypass Lembar-Kayangan ditargetkan mulai awal tahun 2027. Dengan skema pembiayaan yang efisien dan terus dikonsultasikan dengan kementerian dan ditargetkan rampung paling lambat tahun 2028.

Dengan dibangunnya jalur baru tersebut, waktu tempuh Lembar-Kayangan dapat dipangkas menjadi 1 jam 45 menit hingga 2 jam saja. Sehingga akan punya efek domino meningkatnya mobilitas pengguna jasa penyeberangan. Selain itu, mobilitas logistik lebih efisien dan wisatawan akan semakin mudah melakukan perjalanan dari Bali menuju Lombok dan Sumbawa.

Pembangunan bypass Lembar-Kayangan akan dimulai dari segmen Sengkol, Lombok Tengah menuju Pringgabaya, Lombok Timur sepanjang 25 kilometer. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Bypass Lembar-Kayangan mencapai Rp3,5 triliun.

Selain membangun bypass segmen Sengkol - Pringgabaya, juga akan dilakukan perbaikan untuk jalan bypass Patung Sapi Lombok Barat menuju Bandara Internasional Lombok. Bypass port to port Lembar - Kayangan merupakan lanjutan dari bypass Bandara Internasional Lombok dan bypass Mandalika.

Untuk perbaikan bypass Bandara Internasional Lombok sepanjang 20,4 kilometer membutuhkan anggaran sekitar Rp700 miliar. Sedangkan bypass Sengkol - Pringgabaya membutuhkan anggaran sekitar Rp2,8 triliun. Sehingga total dana untuk konstruksinya Rp3,5 triliun.

Bypass Lembar-Kayangan segmen Sengkol-Pringgabaya melewati dua kabupaten, yaitu Lombok Tengah dan Lombok Timur. Untuk di Lombok Tengah, panjangnya sekitar 13 kilometer, sedangkan Lombok Timur sepanjang 12 kilometer. Sehingga total panjang bypass segmen Sengkol - Pringgabaya sekitar 25 kilometer.

Dari Sengkol, bypass itu rencananya tembus Keruak-Labuhan Haji-Korleko-Pohgading-Pringgabaya, Lombok Timur. Pembangunannya diupayakan di ruas jalan existing yang tidak padat pemukiman penduduk sehingga biaya pembebasan lahan tidak mahal. Lebar jalan bypass segmen Sengkol-Pringgabaya sekitar 25 meter sampai 30 meter.

Editorial Team