Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wamen Koperasi, Fery Juliantoro saat meninjau gerai Koperasi Merah Putih di Desa Kembang Kuning Lotim (IDN Times/Ruhaili)
Wamen Koperasi, Fery Juliantoro saat meninjau gerai Koperasi Merah Putih di Desa Kembang Kuning Lotim (IDN Times/Ruhaili)

Mataram, IDN Times - Pemerintah menargetkan pembangunan gerai koperasi merah putih hingga akhir 2026. Namun, pembangunan gerai koperasi merah putih di NTB masih banyak terkendala persoalan lahan. Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih Provinsi NTB Lalu Moh. Faozal mengatakan sedang dilakukan percepatan di kabupaten/kota untuk mengejar taget tersebut.

"Kita juga mengecek kesiapan kabupaten/kota mempercepat proses pembangunan gerai ini dengan sisa waktu yang ditetapkan oleh TNI akhir bulan Februari paling tidak untuk tahap I sudah terbangun. Jumlah gerainya sekitar 600 gerai koperasi merah putih harus terbangun sampai akhir Februari," kata Faozal usai rapat koordinasi percepatan pembangunan gerai koperasi merah putih di Mataram, Jumat (30/1/2026).

1. Minta penggunaan lahan milik Pemprov NTB

Plh Sekda NTB Lalu Moh. Faozal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Pelaksana Harian Sekda NTB itu menyebutkan sebanyak 1.166 gerai koperasi merah putih yang ditargetkan dibangun tahun ini. Dari jumlah itu, ada yang meminta penggunaan lahan milik Pemprov NTB sebagai lokasi pembangunan gerai koperasi merah putih.

"Kalau tidak salah 64 titik yang bersentuhan dengan lahan Pemprov NTB yang diminta. Ini yang kita cari formulasinya, nanti Bupati/Wali Kota bersurat ke gubernur dan menyampaikan bahwa tidak ada lahan lain. Maka kita akan proses pinjam pakainya ke koperasi merah putih," terangnya.

Pemprov NTB masih memikirkan status lahan tersebut nantinya jika digunakan untuk pembangunan gerai koperasi merah putih. Apakah sistem sewa atau pinjam pakai, akan dilihat perkembangan koperasinya.

Dia menjelaskan dari sisi anggaran untuk pembangunan gerai koperasi merah putih sudah tidak masalah karena dibiayai oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dan dikawal oleh TNI.

"Agrinas yang membangun dikawal TNI. Kalau tidak ada lahan Pemprov, kabupaten/kota dan desa bagaimana. Kita akan lihat lagi perkembangan berikutnya," tandasnya.

2. Progres fisik pembangunan gerai koperasi merah putih di NTB baru 18,89 persen

Kepala Diskop UKM NTB Wirawan Ahmad. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirawan Ahmad menyebutkan koperasi merah putih yang sudah masuk portal PT Agrinas Pangan Nusantara sebanyak 489 unit atau 44,33 persen dari total 1.166 koperasi merah putih di NTB. Dari jumlah itu, sedang dalam proses pembangunan gerai sebanyak 306 koperasi merah putih.

"Kemudian yang sudah masuk portal Agrinas tapi belum dikerjakan sebanyak 185 koperasi merah putih. Rata-rata progres fisiknya 18,89 persen dan memang kita mengalami kendala masalah lahan," kata Wirawan.

3. Sebanyak 677 koperasi merah putih masih pemetaan lahan pembangunan gerai

Mitra usaha Koperasi Merah Putih Desa Kekeri Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia menyebutkan sebanyak 677 koperasi merah putih di NTB belum masuk portal PT Agrinas Pangan Nusantara karena masih pemetaan lahan. Dia berharap rapat koordinasi hari ini dapat mengakselerasi pemanfaatan lahan untuk lokasi pembangunan gerai.

"Baik aset provinsi, kabupaten/kota dan pusat segera dituntaskan administrasinya sehingga bisa segera masuk portal dan dibangun gerai fisiknya," harapnya.

Editorial Team