Banjir yang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Bima pada Kamis (12/2/2026). (dok. BPBD NTB)
Sebelumnya, pada Kamis (12/2/2026), banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem melanda wilayah kabupaten Bima. Berdasarkan laporan yang diterima BPBD NTB, peristiwa itu menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan terjadi kerusakan infrastruktur.
Pada waktu itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang mengguyur wilayah Kabupaten Bima sejak pukul 12.33 WITA. Kondisi cuaca ekstrem ini berlangsung selama kurang lebih tiga jam hingga sore hari. Akibatnya, debit air meningkat tajam dan tanah di area perbukitan menjadi tidak stabil, hingga puncaknya terjadi bencana pada pukul 22.00 WITA.
Bencana banjir dan longsor tersebar di wilayah Kecamatan Woha, Soromandi, dan Lambu. Di Kecamatan Lambu, tepatnya Desa Hidirasa, ketinggian air mencapai 2 hingga 6 meter dan satu orang warga meninggal dunia akibat terseret arus banjir.
Kemudian di Desa Simpasai sebanyak 28 Kepala Keluarga atau 89 jiwa terdampak banjir yang menggenangi pemukiman warga. Selain itu di Desa Sumi, genangan air setinggi 10–30 cm yang disertai tumpukan sampah di drainase menyebabkan kemacetan total, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Sedangkan di Kecamatan Soromandi tepatnya di Desa Punti banjir menggenangi jalanan dan pemukiman sepanjang 255 meter dengan ketinggian 10–50 cm. Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam lahan pertanian dan sejumlah infrastruktur. Sementara di Kecamatan Woha, tepatnya di Desa Samili, terjadi tanah longsor yang mengakibatkan gangguan pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.