Ruang perawatan korban di RSUD Selong (IDN Times/Ruhaili)
Orangtua korban, Supriadi menuturkan korban baru diketahui mengalami perundungan setelah dibawa ke puskesmas. Hasil pemeriksaan medis menujukkan korban diduga mengalami patah tulang dan memar di sejumlah bagian tubuhnya. Korban awalnya demam pada Rabu(28/1/2026) dan orantua mengira hanya sakit biasa, tetapi setelah dua hari, demam ternyata semakin tinggi.
"Karena demam tinggi dan tidak bisa berjalan, saya bawa berobat ke Puskesmas, disana kemudian saya mengetahui anak saya mengalami luka memar, dan diduga patah tulang kaki, karena dugaan kekerasan," tutur Supriadi saat ditemui di RSUD Selong, Selasa (3/2/26).
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis tersebut, Supriadi kemudian bertanya pada korban dan mengetahui anaknya menjadi korban perundungan di sekolah.
"Berdasarkan pengakuan korban, ia dipukul dan ditendang oleh temannya di sekolah," ujarnya.