Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi siklon tropis  (pixabay.com/janeb13)
ilustrasi siklon tropis (pixabay.com/janeb13)

Intinya sih...

  • Cuaca ekstrem di wilayah NTT

  • Gelombang hingga 6 meter

  • Wilayah NTT dengan gelombang tinggi hingga 31 Januari

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan keberadaan Siklon Tropis Luana yang berada di wilayah selatan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Dalam laporan informasi Siklon Tropis Luana, Sabtu (24/1/2026), diketahui siklon ini sudah berada Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kecepatan 11 knot atau sekitar 20 kilometer per jam menuju Australia. Namun begitu Siklon ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah beberapa provinsi di Indonesia.

1. Cuaca ekstrem di wilayah NTT

Siklon Tropis Luana bergerak dari wilayah Rote Ndao ke Australia. (Dok BMKG)

BMKG mencatat Siklon Tropis Luana terbentuk pada 24 Januari 2026 dini hari berasal dari bibit siklon 91S yang tumbuh sejak 21 Januari 2026. Dalam analisis BMKG pukul 07.00 WIB, posisi siklon berada di Samudra Hindia selatan Laut Sawu, sekitar 810 kilometer di selatan Pulau Rote, dengan kecepatan 11 knot ke Australia.

Kecepatan angin maksimumnya mencapai 45 knot atau sekitar 85 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum 991 hPa, dan berada pada kategori 1.

Dampaknya ialah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam 24 jam ke depan di wilayah NTT atau diprakirakan menyebabkan hujan sedang hingga lebat.

"Hujan sedang hingga lebat di wilayah Nusa Tenggara Timur. Angin kencang di wilayah Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur," jelas Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus BMKG, Miming Saepudin dalam laporan tersebut.

2. Gelombang hingga 6 meter

ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/Itai Perelman Nasich)

Masyarakat pesisir pun diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang laut setinggi 4 hingga 6 meter yang berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan NTT. Potensi gelombang 2,5 hingga 4 meter juga dapat terjadi di Perairan Selatan Bali hingga NTT serta Laut Sawu.

Ia juga menyampaikan tinggi gelombang kategori Sedang (1.25 -2.5 m) diprediksi terjadi di Perairan Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Laut Jawa bagian timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape, dan Laut Arafuru bagian barat.

"Siklon tropis LUANA memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam kedepan hingga 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia," kata dia.

3. Wilayah NTT dengan gelombang tinggi hingga 31 Januari

ilustrasi gelombang tinggi di laut Kepulauan Ryuku (unsplash.com/Lena Bauermeister)

Sebelumnya, Stasiun Meteorologi Maritim Tenau - Kupang telah mengeluarkan perkiraan tinggi gelombang hingga 31 Januari oleh M Caesar Agni Pratama selaku Prakirawan yang bertugas.

Dalam tersebut diperkirakan beberapa wilayah perairan NTT diprediksi mencapai kategori sedang hingga tinggi. Gelombang tertinggi berpotensi terjadi di Perairan Selatan Sumba dan Perairan Selatan Sabu–Raijua, dengan ketinggian berkisar 2,7 hingga 3,4 meter, terutama pada periode 26–28 Januari 2026. Kondisi ini dinilai berisiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional.

Selat Sumba bagian barat juga diprakirakan mengalami gelombang cukup signifikan, mencapai 2,2 hingga 3,3 meter, namun berangsur menurun.

Kemudian Laut Sawu dan Selat Ombai diperkirakan memiliki gelombang setinggi 1,8 hingga 2,7 meter, sedangkan perairan sekitar Kupang–Rote, diprediksi tinggi gelombang berkisar 2,6 hingga 2,9 meter.

Editorial Team