Anugerah Fajar Fahrurrazie, salah satu milenial NTB yang mencoba peruntungan di NFT (IDN Times/Muhammad Nasir)
Fajar mengatakan di zaman sekarang ini, orang bisa meraup cuan tidak hanya melalui pekerjaan di dunia nyata sehari-hari. Tetapi orang bisa meraup cuan lewat dunia maya dan peluangnya terbuka lebar.
Dari kisah Ghozali Everyday, kata Fajar, memang dibutuhkan konsistensi untuk mendapatkankan kesuksesan. Sama seperti Youtuber, butuh konsistensi mengupload video dua sampai tiga tahun sampai terlihat hasilnya.
"Sama juga dengan NFT, perlu sekian tahun. Akhirnya dia bisa meraup cuan dari konsistensi yang dilakukan. Tetapi NFT itu bukan hanya jual foto. Banyak yang bisa dijual di sana. Itu seperti marketplace," kata Fajar.
Fajar mengaku beberapa hari lalu mulai mencari daftar NFT. Dia mengatakan pendaftarannya ternyata tidak gampang. Karena banyak tahapan-tahapan yang harus dilalui.
"Kemauan atau tertarik ke arah sana, ada. Dan mungkin dalam waktu tidak terlampau lama orang akan ke situ dan punya seperti marketplace. Orang lama-lama akrab sehingga butuh itu," katanya.
Pegiat digital lainnya di Mataram, Gaung mengatakan NFT merupakan salah satu dari instrumen dan bagian crypto. Seluruh perputaran uang di NFT ada di bitcoin, bukan di pasar saham.
“Terkait penggunaan NFT dan penjelasannya itu beda dengan bitcoin dan crypro,” ujarnya.
Saat ini, kebanyakan orang Indonesia pada main trading crypto. Namun, ujar dia, setelah Ghozali everyday meraih banyak keuntungan di NFT, banyak kalangan meminati bermain NFT.
Pada dasarnya NFT berbeda memiliki sifat kepemilikan yang mutlak. Di mana siapapun yang memiliki aset tersebut, memiliki hak penuh atau dalam arti bebas menggunakan dalam bentuk apa pun.
Jadi risiko ketika menjual foto di NFT tidak diambil kembali ke pemilik setelah dijual di NFT. Selain itu NFT memiliki data unik yang bekerja layaknya sidik jari yang berguna untuk mempermudah proses verifikasi kepemilikannya.
Walaupun dilihat dari esensinya NFT adalah aset yang berkembang dari keluarga cryptocurrency, namun ternyata tujuan, bentuk dan cara penggunaannya sangat berbeda dari aset kripto lainnya yang sama-sama menggunakan teknologi blockchain.