Mentan, Amran Sulaiman saat memberikan sambutan (IDN Times/Ruhaili)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, NTB dijadikan sebagai pusat produksi karena produktivitas bawang putih di NTB rata-rata mencapai 20 ton per hektare, bahkan ada yang menyentuh angka 28 ton per hektare. Tidak hanya kuantitas, kualitasnya juga menjadi pertimbangan utama, karena jauh melampaui barang impor.
Amran menambahkan melalui program ini, pemerintah optimis dapat menghentikan ketergantungan impor dalam waktu dekat. Kondisi geografis Sembalun yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) dinilai menjadi kunci keunggulan kualitas bawang putih lokal.
"Target kita adalah menghentikan impor dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Untuk swasembada, kita hanya butuh 100.000 hektar secara nasional. Bayangkan, lahan padi seluas 7,4 juta hektare saja bisa kita selesaikan, apalagi hanya 100.000 hektare. Saya yakin tugas ini bisa diselesaikan oleh Gubernur," tegas Mentan.