Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri KKP Ungkap NTT Kunci Indonesia Setop Impor Garam, Benarkah?
Menteri KKP Satria Wahyu Trenggono dalam kunjungan kerjanya di NTT. (Dok Humas KKP)
  • Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan NTT jadi kunci utama untuk menghentikan impor garam Indonesia pada akhir 2027 sebagai bagian dari komitmen swasembada nasional.
  • Pemerintah menargetkan produksi garam dalam negeri mencapai 4 juta ton dari total kebutuhan 5,1 juta ton pada 2027, dengan dukungan anggaran hingga Rp2 triliun.
  • Selain garam, KKP juga membangun tambak udang modern di Waingapu dan mengembangkan potensi rumput laut guna memperkuat ekonomi kelautan NTT.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
25 Februari 2026

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyatakan dalam rapat di NTT bahwa provinsi tersebut menjadi kunci untuk menghentikan impor garam pada akhir 2027. Ia membawa Dirut PT Garam Indonesia untuk mempercepat penguatan industri garam nasional.

2025

Pemerintah menargetkan penyelesaian pengembangan kawasan garam di Rote Ndao zona 1 dengan anggaran Rp750 miliar.

2027

KKP menargetkan konsumsi garam nasional mencapai 5,1 juta ton, dengan 4 juta ton dipenuhi dari tambak dalam negeri. Pemerintah berkomitmen menghentikan impor garam pada akhir tahun ini.

kini

Pembangunan tambak udang modern di Waingapu sedang berlangsung sebagai bagian dari penguatan sektor perikanan dan ekonomi kelautan NTT.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan Nusa Tenggara Timur menjadi kunci bagi pemerintah dalam menghentikan impor garam pada akhir 2027. Ia menyebut peran NTT sangat strategis dalam mendukung target tersebut.

Trenggono menegaskan hal ini merupakan komitmen swasembada garam nasional dan NTT berperan penting dalam mewujudkannya. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat bersama kepala daerah dan Forkopimda di NTT, Rabu (25/2/2026).

1. Jadi sentra garam Indonesia

Menteri KKP Satria Wahyu Trenggono dalam kunjungan kerjanya di NTT. (Dok Humas KKP)

Target penghentian impor garam ini, tegasnya, merupakan janji kepada Presiden Prabowo Subianto dan harus terealisasi sesuai tenggat waktu. Untuk itu, ia berharap NTT menjadi sentra produk garam nasional agar memutus impor.

“Kita harus mampu swasembada. Itu janji saya kepada Bapak Presiden, akhir 2027 sudah tidak ada lagi impor garam. Kita harapkan NTT menjadi sentra produksi garam nasional,” ujar Trenggono.

Trenggono juga memboyong Direktur Utama PT Garam Indonesia, Abraham Mose, dalam kunjungan kerjanya ke NTT supaya mempercepat penguatan industri garam nasional dari hulu ke hilir.

“Saya bawa Dirut PT Garam ke sini supaya negara kelautan seperti Indonesia tidak lagi krisis garam. Jadi bukan hanya di Rote, tapi seluruh wilayah NTT karena potensinya besar sekali. Rote sendiri tadi Pak Bupati sampaikan ada 4 ribu hektare yang sangat potensial untuk pembangunan tambak garam,” jelasnya.

2. Penuhi konsumsi garam Indonesia

Menteri KKP Satria Wahyu Trenggono dalam kunjungan kerjanya di NTT. (Dok Humas KKP)

KKP juga menargetkan pada 2027 konsumsi garam nasional mencapai 5,1 juta ton, nantinya 4 juta ton pemenuhannya berasal dari tambak dalam negeri, sisanya dipenuhi dari produksi pabrik pengolahan dalam negeri.

Pemerintah sebelumnya mengalokasikan anggaran sebesar Rp750 miliar untuk pengembangan kawasan garam di Rote Ndao pada zona 1 yang ditargetkan selesai pada 2025. Ada pula tambahan dukungan anggaran sekitar Rp2 triliun yang merupakan mandat Presiden Prabowo untuk mempercepat program swasembada garam nasional.

Program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengurangi impor garam yang selama ini mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun.

Sebelumnya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut sedikitnya empat kabupaten siap mendukung program swasembada garam tersebut, yakni Sabu Raijua, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Timor Tengah Utara (TTU).

3. Bangun industri udang modern di Waingapu

Menteri KKP Satria Wahyu Trenggono dalam kunjungan kerjanya di NTT. (Dok Humas KKP)

Selain garam, KKP juga memperkuat sektor budidaya perikanan di NTT yaitu salah satunya pembangunan tambak udang modern di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

“Budidaya udang ekspornya sangat bagus. Di NTT belum ada tambak udang modern, maka kita bangun di Waingapu dan sekarang dalam proses pengerjaan,” jelasnya.

Ia menyoroti pula potensi rumput laut yang dinilai sangat besar dan dapat dikelola masyarakat untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Potensi rumput laut luar biasa. Ini nanti akan meningkatkan ekonomi NTT menjadi surplus,” ujarnya.

Dengan dukungan anggaran besar, perluasan kawasan tambak, serta target produksi yang terukur, pemerintah menempatkan NTT sebagai episentrum swasembada garam nasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi kelautan di Indonesia timur.

Editorial Team