Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Proses evakuasi jasad korban yang tenggelam di bekas tambang. (Dok Basarnas Kupang)
Proses evakuasi jasad korban yang tenggelam di bekas tambang. (Dok Basarnas Kupang)

Kupang, IDN Times - Seorang pemuda bernama Jefrianto Haga (22) ditemukan meninggal dunia di lubang bekas tambang galian C di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu malam (16/4/2025).

Jefrianto dilaporkan tenggelam usai mandi di lubang tambang tersebut sekitar pukul 15.00 WITA. Namun hingga tiga jam berselang, ia tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang cemas, terutama sang sepupu, Gusti Lede, segera melapor ke aparat pemerintah setempat dan meminta bantuan pencarian.

1. Keluarga melakukan pencarian

Proses evakuasi jasad korban yang tenggelam di bekas tambang. (Dok Basarnas Kupang)

Meski sempat dilakukan pencarian mandiri oleh keluarga dan warga, upaya itu belum membuahkan hasil. Pihak keluarga akhirnya menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang untuk meminta bantuan evakuasi.

Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang menerima laporan pukul 19.30 WITA dan langsung menuju lokasi dengan jarak tempuh 13,3 kilometer. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 20.20 WITA dan segera melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan.

2. Ditemukan di kedalaman 4 meter

Proses evakuasi jasad korban yang tenggelam di bekas tambang. (Dok Basarnas Kupang)

Setelah beberapa jam penyelaman, jasad Jefrianto akhirnya ditemukan di kedalaman sekitar 4 meter pada pukul 22.00 WITA. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak kepolisian serta keluarga untuk proses lebih lanjut.

"Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang untuk pemeriksaan medis," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.

3. Operasi pencarian berakhir

Proses evakuasi jasad korban yang tenggelam di bekas tambang. (Dok Basarnas Kupang)

Mexianus menjelaskan, dalam operasi pencarian ini timnya berkoordinasi dengan berbagai unsur, seperti Polsek Alak, BPBD Kota Kupang, Tagana Provinsi NTT, dan keluarga korban. Ia pun mengapresiasi sinergi semua pihak dalam proses evakuasi.

"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan diusulkan ditutup," tegasnya.

Editorial Team