Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahasiswa Soroti Ribuan Sekolah Rusak, Dikpora NTB Target Tuntas 2029
Atap ruangan dua kelas SMAN 7 Mataram yang ambruk, Selasa (19/5/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • BEM Universitas Mataram mencatat 1.900 sekolah SD hingga SMA/SMK di NTB tidak layak pakai dan mendesak pemerintah daerah segera memperbaikinya demi keamanan serta kenyamanan belajar.
  • Dikpora NTB mengidentifikasi sekitar 350 sekolah SMA/SMK negeri dan swasta rusak, mayoritas akibat usia; sekitar 200 sekolah ditangani tahun ini, sisanya tahun depan, dengan target tuntas 2029.
  • Pemerintah pusat menyiapkan revitalisasi 1.600 sekolah di NTB pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp1 triliun, meningkat dari Rp452,99 miliar pada 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Persoalan infrastruktur pendidikan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan sorotan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram. Berdasarkan data yang dimiliki, sebanyak 1.900 sekolah dari jenjang pendidikan SD hingga SMA/SMK di NTB dalam kondisi tidak layak pakai.

Mereka mendesak Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota segera memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak dan tidak layak pakai. Sementara, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB menyatakan ada ratusan sekolah jenjang SMA/SMK sederajat yang dalam kondisi rusak dan revitalisasi ditargetkan tuntas pada 2029.

1. Desak Pemprov NTB segera tangani sekolah rusak

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram, Mavi Adiek Garlosa. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ketua BEM Universitas Mataram, Mavi Adiek Garlosa, mengkritik pemerintah daerah dengan kondisi fasilitas pendidikan yang rusak dan tidak layak pakai di NTB. Berdasarkan data yang dimiliki, terdapat 1.900 sekolah yang tidak layak pakai di NTB.

Untuk itu, dia mendesak pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan tersebut dalam waktu secepatnya demi keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar terutama di daerah pelosok.

"Data kami ada 1.900 sekolah yang tidak layak pakai. Kami mendesak pemerintah daerah segera mengatasi hal itu dalam waktu secepatnya," kata dia.

2. Sekolah mengalami kerusakan akibat faktor usia

Kepala Dinas Dikpora NTB Syamsul Hadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kepala Dinas Dikpora NTB, Syamsul Hadi, mengatakan pihaknya telah melakukan identifikasi sekolah jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat baik negeri dan swasta yang mengalami kerusakan di NTB. Dia mengatakan sebagian besar sekolah yang rusak karena faktor usia.

​"Memang kita sudah mengidentifikasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, itu karena usia. Sudah kita sampaikan ke pemerintah pusat dan insyaallah pemerintah pusat merencanakan perbaikan," kata Syamsul.

Syamsul menyebut jumlah sekolah negeri dan swasta jenjang SMA/SMK sederajat yang masuk dalam kategori rusak sekitar 350-an sekolah. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 sekolah diperbaiki tahun ini, sementara sisanya akan ditangani tahun depan.

"Kalau dari jumlah sekolah yang ada negeri dan swasta sekitar 350-an sekolah. Tapi sudah sampai 200 sekolah kita selesaikan. Sisanya tahun depan. Pokoknya target 2029 selesai semua," kata dia.

3. Pemerintah Pusat revitalisasi 1.600 sekolah di NTB tahun 2026

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq berbincang dengan siswa SMA Katolik Kesuma Mataram, Selasa (14/4/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menambah anggaran untuk revitalisasi sekolah tahun 2026 di NTB tiga kali lipat dibandingkan 2025. Revitalisasi sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK sederajat menjadi program prioritas pemerintah pusat.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq saat berkunjung ke NTB pada 14 April 2026 lalu mengatakan pada 2026, sebanyak 1.600 sekolah di NTB yang akan direvitalisasi. Anggaran revitalisasi sekolah yang dialokasikan untuk wilayah NTB mencapai Rp1 triliun.

Pada 2025, provinsi NTB mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi sekolah sebesar Rp452,99 miliar. Anggaran sebesar itu dipergunakan untuk merevitalisasi sekolah jenjang SD, SMP, SMA dan SMK sederajat. Sedangkan pada 2026, alokasi anggaran revitalisasi sekolah di NTB ditambah tiga kali lipat sehingga mencapai Rp1 triliun lebih.

Curated For You

Editorial Team

Related Article