Polres Ngada melakukan olah TKP kasus kematian anak SD di Ngada. (Dok Polres Ngada)
Berdasarkan informasi yang didapat LPA NTT, anak tersebut kemungkinan ada beban psikologis yang dalam, tidak bisa diceritakan dan berujung pada akhir seperti itu dengan meninggalkan sepucuk surat untuk sang ibu.
"Bagaimana pun keputusan tragis ini menyedihkan dan ironis. Orang tua perlu mendengar anak, melihat dan memenuhi kebutuhan anak. Jangan anggap sepele. Ajarkan anak, bila sedih, bingung, atau takut untuk segera cerita, bukan dipendam” tambah dia.
Sementara pada lingkungan sekolah, kata dia, guru dan teman tidak mempermalukan atau menghukum karena faktor ekonomi anak. Sedangkan bagi guru BK atau konselor menerapkan mekanisme pelaporan dan penyelesaian masalah.
"Perlu optimalkan guru BK di sekolah agaranak-anak harus didampingi secara psikologis," lanjut dia.
Sementara pemerintah harus serius utamakan anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya perbaikan sistem bantuan diperlukan agar sesuai sasaran.
"Jangan persalahkan ibu. Jangan persalahkan anak. Namun perbaiki sistem baik di rumah, sekolah, lingkungan maupun komunitas yang ramah anak, peduli anak dan melindungi anak," jelasnya lagi.