Jenazah korban dibawa ke RSUD Selong, Lombok Timur. (dok. BTNGR)
Budhy menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa pendaki asal Jawa Barat tersebut berdasarkan infomasi guide yang mendampingi korban. Dari awal pendakian, korban sangat aktif memberikan semangat kepada rekan-rekannya. Saat tiba di Pos 4 Jalur Pendakian Sembalun, sebanyak 18 peserta pendakian termasuk korban istirahat karena cuaca hujan dengan didampingi 2 guide untuk berteduh.
Sekitar pukul 16.00 WITA, hujan reda, kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pelawangan Sembalun. Namun sekitar 15 menit jalan kaki, korban membuka jas hujannya dan melanjutkan perjalanan. Beberapa langkah korban menunduk dan terjatuh pingsan di jalur pendakian.
Oleh guide yang mendampingi dilakukan penanganan awal, seperti menyadarkan korban dengan memanggil nama korban. Namun tidak ada respons, pada saat yang sama kebetulan di jalur tersebut ada seorang dokter yang melakukan pendakian. Kemudian atas arahan dokter tersebut diberikan RJP terhadap korban namun Dia masih belum sadar.
Sekitar pukul 16.30 WITA, petugas TNGR yang piket di Pelawangan Sembalun tiba di lokasi kejadian dengan membawa peralatan rescue dan mendapat arahan penanganan dari Tim medis EMHC dan tetap dilakukan RJP. Sekitar pukul 17.00 WITA, korban dibawa turun ke Pos 2 untuk mendapatkan penaganan lebih lanjut.
Kemudian pukul 19.35 WITA, korban tiba di Pos 2 dan langsung dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan korban dinyatakan telah meninggal dunia. Selanjutnya, pada pukul 20.00 WIYA, korban dibawa ke RSUD Selong untuk dilakukan pemulasaran jenazah