Tradisi lebaran topat di Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Selain itu, anyaman janur pada ketupat melambangkan keterikatan sosial yang kuat dalam masyarakat. Seperti helai-helai daun yang tersusun rapat, mengajarkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, kebersamaan dan persatuan adalah hal utama yang harus dijaga.
Martawang menjelaskan lebaran topat bukan sekadar tradisi, tetapi juga sebuah simbol dari nilai-nilai kebersamaan dan harmoni dalam kehidupan sosial. Di era modern ini, pelestarian budaya menjadi tantangan tersendiri. Kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup sering kali membuat generasi muda kurang mengenal warisan budaya mereka sendiri.
Oleh karena itu, semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat tradisi lebaran topat agar tetap lestari. Pemkot Mataram berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan budaya yang memperkaya khazanah kearifan lokal dan memperkuat identitas Kota Mataram sebagai kota yang Harmoni, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri.
Dia menambahkan bahwa lebaran topat juga memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata. Dengan kemeriahan dan keunikan yang dimilikinya, perayaan ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
"Oleh karena itu, kita perlu mengemasnya dengan baik agar semakin dikenal luas dan dapat menjadi salah satu ikon budaya yang membanggakan bagi Kota Mataram," ujarnya.