Di era digital, sebuah tombol kecil bernama like memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari yang kita sadari. Banyak orang merasa senang saat unggahannya mendapat banyak like, dan sebaliknya merasa kecewa atau tidak berharga ketika respons yang datang tidak sesuai harapan. Mood bisa berubah hanya karena angka di layar ponsel, seolah emosi kita ikut bergantung pada reaksi orang lain.
Fenomena ini bukan tanda kelemahan pribadi, melainkan respons psikologis yang sangat manusiawi. Otak kita dirancang untuk merespons penerimaan sosial, dan media sosial memanfaatkan mekanisme tersebut dengan sangat efektif. Like menjadi simbol pengakuan, keterhubungan, dan validasi yang secara halus memengaruhi perasaan kita sehari-hari.
Berikut alasan kenapa like di media sosial bisa mempengaruhi mood.
