Atlet atletik NTB Rohani yang kena PHK sebagai pegawai honorer Pemprov NTB. (IDN Times/Istimewa)
Sebanyak 18 atlet peraih medali pada sejumlah ajang PON kena PHK sebagai pegawai honorer Pemprov NTB per 31 Desember 2025. Padahal, mereka sudah mengharumkan nama NTB di kancah nasional hingga internasional.
Salah satu atlet yang kena PHK yaitu Rohani. Atlet cabang olahraga atletik ini mengharumkan nama NTB di PON Jawa Barat, PON Papua dan PON Aceh-Sumatra Utara. Rohani menyebutkan ada 18 atlet peraih medali PON yang di-PHK per 31 Desember 2025.
Sejak 2023, mereka menjadi pegawai honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB. Belasan atlet yang di-PHK merupakan bagian dari 518 pegawai honorer Pemprov NTB yang tidak terakomodir menjadi PPPK Paruh Waktu.
"Perasaan kecewa (kena PHK), karena kita bisa dibilang beda dengan honorer yang lain. Karena kita sebagai atlet daerah juga, ada kebanggan tersendiri mengharumkan nama NTB di luar daerah bahkan internasional," kata Rohani dikonfirmasi IDN Times, Senin (5/1/2026).
Rohani sendiri pernah menyumbangkan medali perunggu di PON Jawa Barat. Kemudian medali perak dan perunggu di PON Papua serta medali perak dan perunggu di PON Aceh-Sumatra Utara.
Usai perhelatan PON Papua 2021, kontingen NTB disambut pemerintah daerah dan dijanjikan menjadi pegawai daerah. Setelah menunggu kejelasan cukup lama, akhirnya atlet eraih medali PON Papua diangkat menjadi pegawai honorer di Dispora NTB pada 2023.
Rohani berharap belasan atlet yang telah mengharumkan nama NTB di kancah nasional hingga internasional dapat diakomodir menjadi PPPK. Karena mereka sudah berjuang mengharumkan nama NTB di luar daerah dan luar negeri. Meski telah di-PHK, para atlet tetap melakukan latihan menjelang pekan olahraga provinsi (Porprov) dan PON NTB-NTT 2028.
Adapun rincian 18 atlet dan pelatih yang di-PHK sebagai pegawai honorer Pemprov NTB antara lain panjat tebing tiga atlet, kempo satu atlet, tarung derajat satu atlet, atletik tiga atlet. Kemudian futsal dua atlet, voli pantai satu atlet, tinju satu atlet, balap motor dua atlet, serta masing-masing satu pelatih taekwondo dan pelatih lempar lembing.