Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Merchandise PON 2024 yang dijual KONI NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Merchandise PON 2024 yang dijual KONI NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terpaksa menjual merchandise untuk menyiasati minimnya anggaran untuk kontingen PON Aceh-Sumut 2024. KONI NTB membutuhkan anggaran sebesar Rp43 miliar untuk kontingen NTB yang akan berlaga di PON Aceh-Sumut 2024.

Pemprov NTB memberikan anggaran sebesar Rp15 miliar. KONI NTB masih kekurangan anggaran sekitar Rp28 miliar.

"Penjualan merchandise Ini dalam rangka menambah kekurangan dana kita," kata Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi di Mataram, Selasa (14/5/2024).

1. Siapkan hingga 1.000 paket merchandise

Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mori menyebutkan pihaknya menyiapkan paket merchandise yang akan dijual sebanyak 500 hingga 1.000 paket. Harga satu paket merchandise itu sebesar Rp800 ribu terdiri dari topi, jaket dan kaos kontingen NTB di PON Aceh-Sumut 2024.

"Merchandise yang kita buat ini, kelas satu. Kalau ada keringat langsung hilang. Standarnya internasional. Mudah-mudahan target 500 paket merchandise tercapai. Kalau bisa lebih dari 1.000 pack," kata Mori.

2. Berharap dapat keuntungan Rp300 juta

Merchandise PON 2024 yang dijual KONI NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dengan berjualan merchandise, Mori berharap pihaknya mendapatkan keuntungan sekitar Rp300 juta. Menurutnya, penjualan merchandise ini akan membantu kekurangan dana yang ada saat ini.

Ia menyebut KONI NTB baru mendapatkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk PON 2024. Dengan jumlah atlet yang bertambah dua kali lipat dibandingkan pada PON Papua 2021, KONI membutuhkan anggaran sekitar Rp43 miliar pada PON Aceh-Sumut 2024.

"Kita pastikan atlet berlatih secara kuat, menu makanannya bergizi. Sehingga pada pelaksanaan PON, dia di puncak performance. Makanya kita tetap bergerak terus. Kita yakin target 20 medali emas, bahkan bisa melampaui," ujarnya.

3. Pj Gubernur NTB sebut penjualan merchandise sebagai upaya kreatif

Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Penjabat (Pj) Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi menyebut penjualan merchandise sebagai upaya kreatif yang dilakukan KONI NTB. Dirinya akan meminta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ASN menjadikan merchandise sebagai oleh-oleh ketika pergi ke Jakarta.

"Ini bagian dari sosialisasi, sekaligus menyalakan gairah dan semangat. Dan ini bentuk dukungan bagi atlet kita yang berjuang di PON Aceh-Sumut," kata Gita.

Gita juga mengimbau dunia usaha yang ada di NTB agar ikut membantu kejayaan olahraga di Bumi Gora. Ia juga yaki bupati/wali kota di NTB memiliki spirit yang sama apalagi atletnya dari daerah masing-masing agar bisa berprestasi sebaik-baiknya.

Editorial Team