Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi JCH naik pesawat Garuda Indonesia di Bandara Lombok menuju Madinah, Arab Saudi. (dok. Istimewa)
Ilustrasi JCH naik pesawat Garuda Indonesia di Bandara Lombok menuju Madinah, Arab Saudi. (dok. Istimewa)

Mataram, IDN Times - Keberangkatan 50 jemaah calon haji (JCH) NTB kloter 2 asal Kabupaten Lombok Tengah ditunda gara-gara visa belum keluar. Para jemaah sudah masuk Asrama Haji Embarkasi Lombok pada Jumat (2/5/2025), namun tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan karena proses visanya belum selesai.

"Kami memiliki kendala, ada 50 jemaah haji di kloter 2 yang tidak bisa dilakukan pemeriksaan kesehatan karena terkait proses visanya yang belum selesai," kata PIC Pelayanan Kesehatan Embarkasi Lombok Khairul Yamin di Asrama Haji NTB, Jumat petang (2/5/2025).

1. Diganti 50 jemaah haji dari kloter 6

Persiapan keberangkatan jemaah haji di Embarkasi Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Untuk memenuhi kuota penerbangan, mereka diganti sebanyak 50 jemaah yang berasal dari kloter 6 yang sudah lengkap visanya. Sebanyak 50 jemaah kloter 2 yang ditunda keberangkatannya akan masuk pada pemberangkatan kloter 6.

"Jemaah ini sudah sampai di Asrama Haji NTB untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur yang ada," jelas Yamin.

2. Satu jemaah haji dirujuk ke RSUD NTB

Jemaah haji Embarkasi Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain itu, ada satu jemaah haji kloter 2 yang harus dirujuk ke RSUD NTB karena kondisi kesehatannya. Jemaah tersebut bernama Lalu Muhammad Hamdani (26) asal Lombok Tengah didiagnosa awal menderita penyakit penyumbatan pembuluh darah.

"Pada saat ini, yang bersangkutan dirawat di RSUD NTB. Kondisi terakhir stabil tapi ada kemungkinan ditunda keberangkatannya karena harus menjalani beberapa tahapan medis untuk memastikan kondisinya benar-benar siap untuk diberangkatkan," kata Yamin.

Ada potensi satu jemaah ini ditunda keberangkatannya. Namun, pihaknya belum bisa memastikan karena penerbangan untuk JCH kloter 2 pada Sabtu (3/5/2025) pukul 09.00 WITA. "Jadi nanti baru kita informasikan 5 jam sebelum berangkat," terangnya.

3. Didominasi jemaah haji risiko tinggi

Jemaah haji risiko tinggi dibopong petugas di Asrama Haji NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Yamin mengungkapkan jemaah haji kloter 2 didominasi kategori risiko tinggi. Dari total 392 jemaah, sebanyak 32 orang kategori risiko tinggi berat, 83 orang risiko tinggi sedang dan 118 orang risiko tinggi kategori ringan. Jemaah yang benar-benar sehat sebanyak 159 orang.

"Karena jemaah kita kelompok rentan, maka juga makanan yang dikonsumsi selama di asrama haji harus dipastikan aman. Ada meja skrining makanan dan minuman untuk memastikan keamanan pangan selama jemaah haji berada di Asrama Haji NTB," kata Yamin.

Pihaknya berharap kepada keluarga para jemaah haji yang mengantar sampai Asrama Haji NTB supaya tidak memberikan atau mengirim makanan. Dia menjelaskan para jemaah haji sudah disediakan makanan tiga kali sehari selama berada di Asrama Haji NTB yang sesuai dengan standar kesehatan.

Editorial Team