Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kebakaran Ponpes di Lombok Tengah, 20 Asrama Putra Ludes Terbakar
Kebakaran hebat di Ponpes Safinatunnajah Lombok Tengah, Senin (23/3/2026). (dok. Istimewa)

Lombok Tengah, IDN Times - Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Safinatunnajah di Dusun Kekadusan Perentek, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting arus listrik.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin, Selasa (24/3/2026) mengatakan sebanyak 20 unit asrama putra di Ponpes Safinatunnajah, ludes terbakar. Berdasarkan laporan yang diterima BPBD NTB, api diduga kuat berasal dari korsleting arus listrik di salah satu bagian bangunan yang kemudian merembet dengan cepat ke bagian lainnya.

1. Nilai kerugian masih dilakukan pendataan

Kebakaran hebat di Ponpes Safinatunnajah Lombok Tengah, Senin (23/3/2026). (dok. Istimewa)

Sadimin menjelaskan , tim gabungan yang terdiri dari Damkartan Kabupaten Lombok Tengah, BPBD Lombok Tengah, TNI/Polri, serta dibantu masyarakat setempat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Berkat kerja sama lintas sektor dan bantuan warga, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke pemukiman warga lainnya. Meskipun seluruh bangunan asrama putra hangus terbakar, kondisi di lokasi saat ini dilaporkan sudah kembali kondusif.

Petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait total kerugian materiil. Beberapa kebutuhan mendesak yang diperlukan di antaranya terpal dan matras, selimut dan tikar serta makanan siap saji.

Dia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu oleh instalasi listrik dan kelalaian aktivitas rumah tangga. Masyarakat diminta agar memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan tidak meninggalkan kompor tanpa pengawasan.

"Siapkan alat pemadam sederhana seperti air atau pasir sebagai langkah awal jika melihat titik api," kata dia.

2. Tidak ada korban jiwa

Petugas Damkartan Lombok Tengah memadamkan api. (dok. BPBD NTB)

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Lombok Tengah, kerugian materiil cukup besar. Namun, tidak terdapat korban jiwa, korban luka, maupun korban hilang dalam kejadian tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah melalui Regu 2 Pos Praya segera bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat melalui sambungan telepon.

Tim langsung menyiapkan peralatan serta personel dan menuju lokasi kejadian. Tim pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WITA dan melakukan pemadaman menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran yang didukung suplai dari Pos Mujur dan Pos Jonggat.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Selanjutnya, tim kembali ke markas dan tiba di kantor Damkartan pada pukul 13.45 WITA.

Operasi pemadaman tersebut melibatkan delapan personel yang dipimpin oleh Danpos Regu 2 Pos Praya. Sementara itu, BPBD Lombok Tengah bersama jajaran terkait, termasuk perwakilan Deputi Kedaruratan BNPB, turut turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dampak bencana serta memastikan kondisi di lapangan.

3. Tingkatkan kewaspadaan potensi kebakaran

Kebakaran hebat di Ponpes Safinatunnajah Lombok Tengah, Senin (23/3/2026). (dok. Istimewa)

Upaya penanganan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada pemadaman, tetapi juga mencakup pelaporan, penyebaran informasi, serta pemberian imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik. Kondisi terkini di lokasi dilaporkan telah kondusif tanpa adanya potensi kebakaran lanjutan.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak aman. Peristiwa ini, menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak akan pentingnya mitigasi bencana di lingkungan permukiman maupun fasilitas pendidikan.

Editorial Team