Mataram, IDN Times – Capaian program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan angka yang impresif dengan cakupan kepesertaan mencapai 99 persen dari total penduduk. Namun, di balik angka tersebut, tingkat keaktifan peserta justru menjadi catatan.
Deputi Direksi Wilayah XI BPJS Kesehatan Sofyeni mengungkapkan hingga saat ini, rata-rata keaktifan peserta JKN di wilayah NTB baru menyentuh angka 82 persen. Dari seluruh kabupaten/kota, Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng) yang menjadi perhatian serius karena tingkat keaktifannya paling rendah di NTB yaitu berada di bawah 80 persen.
