Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapal kayu bermuatan BBM di Pelabuhan Larantuka. (Dok Ist)
Kapal kayu bermuatan BBM di Pelabuhan Larantuka. (Dok Ist)

Kupang, IDN Times - Kapal Trans Fioreti 02 terbakar di Pelabuhan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (29/3/2025). Kapal Transportir Bahan Bakar Minyak (BBM) ini mengalami kebakaran sekitar pukul 17.00 WITA hingga pukul 18.30 WITA.

Kapal kayu yang hendak mengangkut Pertamax dari Flores Timur ke Lewoleba, Kabupaten Lembata, ini ludes dilahap api. Kepulan asap hitam membumbung tinggi di lokasi ketika api membesar hingga kapal itu menjadi puing di atas laut.

Sontak kejadian yang berlangsung lebih dari sejam ini mengundang perhatian warga. Berbagai upaya pemadaman coba dilakukan warga dan petugas terkait, namun gagal. Api tak kunjung padam dan dengan cepat melumat seluruh isi kapal yang bermuatan BBM itu. 

1. Api muncul dari drum penampung

Kapal kayu bermuatan BBM di Pelabuhan Larantuka terbakar. (facebook.com/Venus Namang)

Menurut Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, kebakaran di Kelurahan Postoh ini bermula saat mobil tanki minyak memindahkan Pertamax ke drum-drum penampung. Kapal ini membawa 100 drum dan pemindahannya dilakukan oleh Muhammad Saleh, salah seorang anak buah kapal (ABK).

Menurut Saleh, tiba-tiba saja muncul percikan api dari dalam drum penampung dan membakar BBM. Ia dengan panik segera memanggil awak kabin lainnya yakni Fransiskus Mulawato dan Petrus Hayon selaku Kepala Kamar Mesin. Namun kebakaran terlanjur makin membesar dan mereka kepayahan memadamkannya. 

"Diduga saat proses pemindahan BBM itu awal mulanya terjadi kebakaran," kata Adhitya membenarkan kejadian dalam keterangannya, Sabtu malam (29/3/2025).

2. Alat pemadam tak memadai

Mobil tanki berupaya memadamkan kebakaran kapal kayu bermuatan BBM di Pelabuhan Larantuka. (Dok istimewa)

ABK lain pun datang membantu memadamkan api tapi tak membuahkan hasil. Adhitya menyebut alat pemadam pada kapal itu tak memadai sehingga kebakaran tak bisa terhindarkan. Para ABK akhirnya memilih menyelamatkan diri dari kebakaran itu.

Adhitya menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Selain itu, masih belum diketahui secara pasti jumlah kerugian akibat insiden tersebut. 

Pihaknya sendiri telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mendapati keterangan dari berbagai saksi, serta akan menyelidiki lebih mendalam tentang penyebab pasti yang memicu kebakaran tersebut.

"Kita tangani dan tengah dalam penyelidikan," tandasnya. 

3. Pernah terjadi tahun 2015

Kapal kayu bermuatan BBM terbakar di Pelabuhan Larantuka. (facebook.com/Vian Dokeng)

Kebakaran serupa pernah terjadi di pelabuhan yang sama. Kejadian ini berlangsung pada 2015 lalu di Kapal Motor Hikam 02. Melansir Antara, kebakaran ini bermula saat proses distribusi dari mobil tanki BBM Pertamina ke KM Hikam 02 yang berlabuh di Pelabuhan Larantuka juga.

Peristiwa 10 tahun lalu itu menyebabkan 2 orang meninggal di tempat. Korban jiwa antara lain kapten kapal Abdurhaman Gola yang berusia 46 tahun saat itu. Seorang lainnya yakni Paulus Fernades, ABK yang berusia 35 tahun. Sementara korban kritis karena mendapat luka bakar ialah Rahman Salalon. Pria 36 tahun itu mengalami luka bakar di bagian tangan, paha dan wajah bagian kiri.

Editorial Team