Ilustrasi bahan mudah meledak (pixabay.com/Amber_Avalona)
Sedangkan terkait dengan nilai impor NTB pada bulan Desember 2021, kata Wahyudin sebesar US$4.308.059. Nilai impor NTB juga mengalami penurunan sebesar 58,93 persen dibandingkan dengan impor Bulan November 2021 sebesar US$10.489.711.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor NTB pada bulan Desember 2021 mengalami penurunan 76,86 persen. Di mana nilai impor NTB pada Bulan Desember 2020 sebesar US$8.619.339.
Nilai impor NTB pada bulan Desember 2021 berasal dari Filipina dengan nilai US$1.781.782 atau sekitar 41,36 persen. Amerika Serikat dengan nilai US$1.774.102 atau sekitar 41,18 persen, Australia dengan nilai US$407.404 atau sekitar 9,46 persen.
Selain itu terdapat Singapura dengan nilai US$198.011 atau sekitar 4,60 persen dan Italia dengan nilai US$146.760 atau sekitar 3,41 persen.
Sedangkan pada bulan November 2021, nilai impor NTB paling tinggi dari Jepang US$4.223.380 atau 40,26 persen, Amerika Serikat US$3.617.965 atau 34,49 persen dan Filipina US$967.104 atau 9,22 persen.
Wahyudin memaparkan kelompok komoditas impor NTB dengan nilai terbesar pada bulan Desember 2021 adalah bahan peledak 40,70 persen, mesin/peralatan listrik 23,87 persen, mesin-mesin/pesawat mekanik 21,85 persen, benda-benda dari besi dan baja 5,83 persen, kendaraan dan bagiannya 2,06 persen, karet dan barang dari karet 1,68 persen, serta besi dan baja 1,02 persen.
"Impor kelompok komoditas bahan peledak berasal dari Filipina. Sedangkan impor kelompok komoditas mesin/peralatan listrik berasal dari Amerika Serikat, Singapura, Australia, dan Filipina. Untuk kelompok komoditas mesin-mesin/pesawat mekanik berasal dari Amerika Serikat, Australia, Italia, dan Singapura," sebut Wahyudin.
Sedangkan kelompok komoditas impor NTB dengan nilai terbesar pada bulan November 2021 adalah karet dan barang dari karet 40,97 persen, mesin-mesin/pesawat mekanik 22,63 persen, perangkat optik 15,73 persen, kendaraan dan bagiannya 10,07 persen.
Selanjutnya bahan peledak 8,95 persen, benda-benda dari besi dan baja 1,09 persen, serta mesin/peralatan listrik 0,44 persen.
Impor kelompok komoditas karet dan barang dari karet berasal dari Jepang dan Amerika Serikat. Sedangkan impor kelompok komoditas mesin/peralatan listrik berasal dari Amerika Serikat dan Singapura. Untuk kelompok komoditas perangkat optik berasal dari Polandia, Singapura, dan Amerika Serikat.