Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Foto KM Tilongkabila saat sandar di Pelabuhan Bima (IDN Times/Juliadin)
Foto KM Tilongkabila saat sandar di Pelabuhan Bima (IDN Times/Juliadin)

Kota Bima, IDN Times - Menjelang lebaran hari raya Idul Fitri tahun 1446 Hijriah, para pemudik yang keluar atau masuk mulai berdatangan di Pelabuhan Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka memilih mudik lebih awal agar menghindari kepadatan di puncak arus mudik sekaligus manfaatkan puasa bersama dengan keluarga.

"Para penumpang mulai meningkat. Selama periode Maret ini aja, sudah ada 2.107 pemudik yang memasuki ataupun datang di Pelabuhan Bima," kata Kepala Pelni Cabang Bima, Agus Zuldi Hermawan dikonfirmasi, Jumat (21/3/2025).

1. Puncak arus mudik 22-23 Maret

Foto Kepala Pelni Cabang Bima, Agus Zuldi Hermawan (IDN Times/Juliadin)

Agus mengatakan, membludaknya penumpang diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 22 sampai 23 Maret, karena saat itu puncak pemudik masuk ke Pelabuhan Bima. Kemudian saat puncak arus balik pada tanggal 9 April 2025 mendatang.

Para penumpang yang mudik ini berasal dari berbagai daerah di tanah air. Namun, pemudik paling dominan, mereka yang datang dari Kota Makassar (Sulawesi Selatan)dan Kota Bontang (Kalimantan Timur).

"Pemudik paling banyak dari Makassar dan Bontang," terangnya.

2. Pemudik diharapkan hadir lebih awal di pelabuhan

Ilustrasi penumpang kapal PELNI. (Dok. PELNI)

Sebanyak 4 armada yang beroperasi singgahi Pelabuhan Bima periode 14 hari sebelum dan 14 hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Empat Kapal Muatan (KM) itu seperti KM Awu, Binaiya, Tilongkabila dan KM Leuser.

Kepada para pemudik atau umumnya penumpang diharapkan datang lebih awal di Pelabuhan Bima. Kemudian memanfaatkan fitur cek in secara online yang ada di aplikasi Pelni mobile, agar tidak antrean panjang di pelabuhan.

"Kami juga menghimbau warga agar waspada terhadap calo yang memanfaatkan situasi lebaran dan padat ini. Kalaupun menemukan calo, kami sarankan agar melaporkan ke petugas kami," tegasnya.

3. Bentuk posko Angleb di pelabuhan Bima

KM Awu milik Pelni saat merapat di Dermaga Nusantara Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Agus mengatakan, pihaknya bersama KSOP, Disnav, BMKG, BKK, Karantina Hewan, TNI AL, KP3, Pelindo, Jasa Raharja membangun posko angkutan lebaran (Angleb) di Pelabuhan Bima. Posko itu dibentuk untuk memastikan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik berjalan lancar, aman, dan terkendali.

"Kami dari PT Pelni berkomitmen menyukseskan mudik tahun ini dan menciptakan suasana mudik yang tenang dan nyaman bagi penumpang," ungkapnya.

Editorial Team