Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jelang Idul Adha, Harga Sejumlah Bahan Pokok di NTB Merangkak Naik
Ilustrasi pedagang daging ayam di Pasar Mandalika, Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Harga sejumlah bahan pokok di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Wahyudin mengungkapkan inflasi NTB saat ini berada di angka 3,27 persen.

Meski inflasi NTB masih relatif terkendali, sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan harga seperti di Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa, dan Kota Bima.

“Kami melihat beberapa komoditas sudah mulai bergerak naik dibandingkan bulan sebelumnya, terutama minyak goreng dan daging ayam ras,” kata Wahyudin saat Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB di Mataram, Selasa (12/5/2026).

1. Perluas cakupan penghitungan inflasi

Kepala BPS NTB Wahyudin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain minyak goreng dan daging ayam ras, komoditas lain yang mulai mengalami kenaikan harga yakni bawang merah dan LPG 3 kilogram. Wahyudin mengungkapkan, pemerintah pusat berencana memperluas cakupan penghitungan inflasi nasional mulai 2028.

Jika selama ini penghitungan inflasi di NTB hanya dilakukan di tiga kota, ke depan seluruh kabupaten/kota akan masuk dalam wilayah penghitungan inflasi. “Ke depan seluruh kabupaten/kota akan didorong tidak hanya menghitung IPH, tetapi juga inflasi daerah secara menyeluruh,” terangnya.

2. BI NTB dorong operasi pasar murah

Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Mandalika Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Hario Kartiko Pamungkas menekankan pentingnya operasi pasar murah dilakukan secara tepat sasaran dan tepat waktu. Apabila ada komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga, maka intervensi harus langsung menyasar komoditas tersebut.

Dia juga mendorong optimalisasi kerja sama antar daerah di NTB agar distribusi komoditas pangan dapat berjalan lebih efektif antara daerah surplus dan daerah yang mengalami kekurangan pasokan. “Jangan sampai daerah surplus dan daerah defisit berjalan sendiri-sendiri. Distribusi harus terkoneksi agar pasokan tetap terjaga dan harga stabil,” ujarnya.

Selain itu, dia meminta pemerintah daerah aktif melakukan pemantauan langsung ke pasar dan distributor. Guna memastikan distribusi berjalan lancar serta mencegah terjadinya panic buying di tengah masyarakat menjelang Idul Adha.

3. Pemda siapkan lima strategi menjaga stabilitas harga bahan pokok jelang Idul Adha

Sekda NTB Abul Chair. (dok. Istimewa)

Sementara itu, Pemerintah daerah menyiapkan lima strategi utama dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Idul Adha. Mulai dari memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pokok strategis, memperkuat kerja sama antar daerah, mempercepat pemantauan harga harian, memperluas operasi pasar, hingga membangun sistem pengendalian inflasi berbasis data dan teknologi.

Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair menegaskan pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka statistik ekonomi, tetapi menyangkut langsung kondisi masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memiliki makna apabila masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok akibat harga yang tidak terkendali,” kata dia.

Menurutnya, inflasi tahunan NTB pada April masih tergolong terkendali, meski angkanya sedikit berada di atas rata-rata nasional. Namun kondisi tersebut tetap harus diwaspadai karena permintaan bahan pokok biasanya meningkat menjelang Idul Adha.

Dia mengatakan, tantangan pengendalian inflasi saat ini tidak hanya berasal dari sisi produksi. Tetapi juga distribusi, tata niaga hingga kecepatan pengambilan keputusan di lapangan.

“Kadang barang tersedia tetapi terlambat sampai ke pasar. Kadang stok cukup, tetapi informasi tidak sampai ke masyarakat sehingga memicu kepanikan. Bahkan ada kenaikan harga yang bukan disebabkan kelangkaan, tetapi spekulasi dan distribusi yang tidak efisien,” paparnya.

Editorial Team