Sekda NTB Abul Chair. (dok. Istimewa)
Sementara itu, Pemerintah daerah menyiapkan lima strategi utama dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Idul Adha. Mulai dari memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pokok strategis, memperkuat kerja sama antar daerah, mempercepat pemantauan harga harian, memperluas operasi pasar, hingga membangun sistem pengendalian inflasi berbasis data dan teknologi.
Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair menegaskan pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka statistik ekonomi, tetapi menyangkut langsung kondisi masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memiliki makna apabila masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok akibat harga yang tidak terkendali,” kata dia.
Menurutnya, inflasi tahunan NTB pada April masih tergolong terkendali, meski angkanya sedikit berada di atas rata-rata nasional. Namun kondisi tersebut tetap harus diwaspadai karena permintaan bahan pokok biasanya meningkat menjelang Idul Adha.
Dia mengatakan, tantangan pengendalian inflasi saat ini tidak hanya berasal dari sisi produksi. Tetapi juga distribusi, tata niaga hingga kecepatan pengambilan keputusan di lapangan.
“Kadang barang tersedia tetapi terlambat sampai ke pasar. Kadang stok cukup, tetapi informasi tidak sampai ke masyarakat sehingga memicu kepanikan. Bahkan ada kenaikan harga yang bukan disebabkan kelangkaan, tetapi spekulasi dan distribusi yang tidak efisien,” paparnya.