Kupang, IDN Times - Kapolda Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol Rudi Darmoko, masih menangani kasus kematian anak SD yang diduga mengakhiri hidupnya. Ia membenarkan dugaan awal kematiannya karena keterbatasan ekonomi sehingga tidak mampu membeli buku, pena dan alat tulis lainnya. Akan tetapi pihaknya masih mendalami lagi dugaan tersebut.
Sebelumnya diketahui Y.B.R. (10), pelajar laki-laki kelas IV SD asal Kecamatan Bajawa, Ngada, ditemukan meninggal dunia di area kebun cengkih milik neneknya. Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Polisi juga menemukan sepucuk surat dengan tulisan tangan dari pelajar tersebut.
