Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi pelajar SMA di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi pelajar SMA di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Intinya sih...

  • IPM NTB 2025 meningkat 0,87 poin atau 1,19 persen dari tahun sebelumnya

  • Kota Mataram memiliki IPM tertinggi di NTB (82,37), sedangkan Lombok Utara posisi buncit (69,63)

  • Harapan hidup warga NTB hingga 72,6 tahun, harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah juga mengalami peningkatan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB tahun 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IPM NTB tahun 2025 mencapai 73,97, meningkat 0,87 poin atau 1,19 persen dibandingkan tahun 2024 yakni sebesar 73,10.

Dari 10 kabupaten/kota, IPM Kota Mataram menempati posisi tertinggi di provinsi NTB. Sedangkan posisi buncit adalah Kabupaten Lombok Utara. Kabupaten yang punya destinasi wisata dunia di Gili Trawangan, Meno dan Air (Tramena) itu, masih tetap di posisi paling buncit sama seperti tahun sebelumnya.

"Peningkatan IPM Provinsi NTB tahun 2025 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak," kata Kepala BPS NTB Wahyudin di Mataram, Kamis (6/11/2025).

1. Daftar capaian IPM kabupaten/kota di NTB tahun 2025

Capaian IPM pada 10 Pemda kabupaten/kota di NTB tahun 2025. (IDN Times/BPS NTB)

Wahyudin menyebutkan capaian IPM untuk 10 Pemda kabupaten/kota di NTB tahun 2025. Pemda dengan capaian IPM tertinggi di NTB adalah Kota Mataram yaitu 82,37. Sedangkan Pemda dengan IPM posisi paling bawah di NTB adalah Lombok Utara, yaitu 69,63.

Adapun rincian capaian IPM pada 10 kabupaten/kota di NTB, sebagai berikut:

  • Kota Mataram 82,37

  • Kota Bima 79,41

  • Kabupaten Sumbawa Barat 76,46

  • Kabupaten Dompu 73,58

  • Kabupaten Lombok Barat 73,52

  • Kabupaten Sumbawa 73,27

  • Kabupaten Lombok Timur 72,35

  • Kabupaten Lombok Tengah 72,07

  • Kabupaten Bima 71,97

  • Kabupaten Lombok Utara 69,63

Wahyudin menjelaskan bahwa sejalan dengan pertumbuhan IPM Provinsi NTB tahun 2025, secara umum seluruh kabupaten/kota mengalami peningkatan capaian IPM. Meskipun berada di posisi paling buncit, IPM Lombok Utara mengalami peningkatan terbesar pada tahun 2025 yaitu sebesar 1,44 persen.

Kemudian Kabupaten Bima juga mengalami peningkatan terbesar yaitu sebesar 1,38 persen. Sedangkan wilayah yang mengalami peningkatan IPM terendah pada tahun 2025 yaitu Kota Bima, yaitu sebesar 0,63 persen.

2. Harapan hidup warga NTB hinga 72,6 tahun

Ilustrasi lansia. Festival Laras Sembah atau Lansia Merias Serat Limbah (IDN Times/Indah Permata Sari)

Wahyudin menjelaskan pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2025 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 72,6 tahun. Angkanya meningkat 0,35 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.

Peningkatan IPM NTB pada dimensi kesehatan disebabkan beberapa program peningkatan kesehatan seperti pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) yang mulai dilaksanakan Bulan Februari 2025 di seluruh Kabupaten/kota dengan persentase kunjungan mencapai 92,26 persen.

Kemudian, prevalensi stunting NTB selama 5 tahun terakhir menurun 8,05 persen. Dari 37,85 persen pada 2019 menjadi 29,8 persen pada 2024. Sedangkan prevalensi stunting di NTB berdasarkan data e-PPGBM menurun 13,68 persen sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2024.

3. Harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah meningkat

Dua siswa dan siswi juga tak mau kalah beradu kecepatan dalam ajang balap egrang beregu kategori pelajar SD yang diadakan oleh FIK Unnes dalam gelaran Festival Dolanan Bocah. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pada dimensi pengetahuan, Wahyudin menyebutkan. Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk NTB umur 7 tahun meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 13,98 menjadi 13,99 tahun. Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk NTB umur 25 tahun ke atas meningkat 0,34 tahun, dari 7,87 tahun menjadi 8,21 tahun pada tahun 2025.

Dia mengatakan peningkatan mutu kelembagaan pendidikan di NTB ditunjukkan dengan capaian persentase satuan pendidikan terakreditasi A dan B tercapai dengan realisasi 90 persen pada tahun 2024. Peningkatan IPM Provinsi NTB pada dimensi pendidikan didorong Angka Partisipasi Sekolah (APS) selama 5 tahun terakhir di semua jenjang mengalami peningkatan.

Sementara dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun meningkat Rp316 ribu atau 2,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, pengeluaran riil per kapita per tahun masyarakat NTB mencapai Rp11,92 juta per tahun.

Editorial Team