ilustrasi investasi (freepik.com/pch.vector)
Terkait realisasi investasi tahun 2025, Eva menyebut Kementerian Investasi/BKPM RI menargetkan sebesar Rp61 triliun. Untuk mengejar target investasi yang dibebankan pemerintah pusat, Pemprov NTB akan menggenjot investasi di sektor pariwisata dan pertanian.
Dia menjelaskan BKPM menargetkan realisasi investasi sebesar Rp61 triliun pada 2025 karena melihat tren capaian investasi di NTB pada 2024 lalu. DPMPTSP NTB mencatat realisasi investasi sepanjang 2024 menembus angka Rp54,5 triliun. Realisasi investasi di NTB mencapai 202 persen dari target yang dibebankan Kementerian Investasi atau BKPM sebesar Rp26,9 triliun pada 2024.
Realisasi investasi sebesar Rp54,5 triliun, mampu menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 15.590 orang. Selain itu, tercatat juga 221 tenaga kerja asing yang bekerja di NTB. Realisasi investasi sektor pertambangan atau energi dan sumber daya mineral (ESDM) paling tinggi pada 2024.
Realisasi sektor ESDM menembus angka Rp37,9 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp30,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp7,6 triliun. Kemudian disusul investasi sektor perindustrian menembus angka Rp10,03 triliun, terdiri dari PMDN sebesar Rp9,8 triliun dan PMA sebesar Rp182,9 miliar.
Berikutnya, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menembus angka Rp4,07 triliun, terdiri dari PMDN Rp1,3 triliun dan PMA Rp2,6 triliun. Selanjutnya investasi sektor perdagangan menembus angka Rp1,3 triliun, terdiri dari PMDN Rp1,2 triliun dan PMA Rp144,2 miliar.
Selain itu, sektor transportasi realisasi investasi mencapai Rp267,2 miliar, ketenagakerjaan Rp280,1 miliar, kelautan dan perikanan Rp274,1 miliar, PUPR Rp164,5 miliar, peternakan, pertanian dan perkebunan Rp53,6 miliar dan sektor-sektor lainnya.