Siswi yang dilarikan ke Puskemas diduga keracunan setelah minum susu dari program MBG di Desa Darmaji Kecamatan Kopang Lombok Tengah, Sabtu (17/1/2026). (dok. Istimewa)
Pemprov NTB melaporkan progres MBG per 18 Januari 2026 terus menunjukkan capaian signifikan. Dari sisi layanan, 632 SPPG yang operasional terdiri dari 622 SPPG Mitra, 5 SPPG Pondok Pesantren, 4 SPPG Polri, dan 1 SPPG TNI AU. SPPG menjadi simpul utama layanan gizi untuk memastikan distribusi makanan bergizi tepat sasaran dan menjangkau wilayah yang semakin luas, termasuk daerah pinggiran dan pedesaan.
Hingga 18 Januari 2026, total penerima manfaat MBG di NTB mencapai sekitar 1,88 juta jiwa, mencakup balita sebanyak 194.597, bumil sebanyak 31.300, busui sebanyak 71.835, PAUD sebanyak 86.750, TK 114.173, SD 1–3 sebanyak 274.022, SD 4–6 sebanyak 261.506, SMP sebanyak 180.332, MTs sebanyak 119.151, SMA sebanyak 120.380, SMK sebanyak 78.605, MA sebanyak 71.411, serta pondok pesantren 6.090 jiwa.
Program ini juga menyerap 29.605 tenaga kerja lokal dan melibatkan 2.490 supplier, terdiri dari 1.291 UMKM, 84 koperasi, 16 BUMDes, 1.094 supplier lainnya, serta 5 Koperasi Desa Merah Putih, sebagai penguatan ekosistem ekonomi lokal yang tumbuh bersama layanan gizi.