Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hunian Untuk Korban Bencana Lewotobi Laki-laki Terkendala Administrasi
Kegelapan akibat abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki menyelimuti sejumlah desa di Flores Timur. (Dok istimewa)
  • Bupati Flores Timur menyoroti rumitnya proses administrasi yang menghambat pembangunan hunian tetap bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
  • Pemerintah daerah menargetkan penetapan lahan huntap rampung pada 2026 agar pembangunan bisa segera dimulai dan mendukung pemberdayaan ekonomi penyintas.
  • Kantor Pertanahan menjelaskan sejumlah izin seperti OSS, KKPR, dan IPPT masih harus dipenuhi sesuai RTRW sebelum izin lingkungan serta PBG dapat diterbitkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
28 April 2026

Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen memimpin rapat dengan ATR/BPN Flores Timur membahas kendala administrasi pembangunan hunian tetap korban bencana Gunung Lewotobi Laki-laki.

2026

Dalam rapat ditegaskan bahwa penetapan lahan hunian tetap harus selesai pada tahun ini agar pembangunan dapat segera dimulai. Pemerintah daerah berharap proses perizinan dan penetapan lahan bisa diselesaikan untuk mempercepat pembangunan huntap.

kini

Kepala Kantor Pertanahan Flores Timur Jenny Selfiana menjelaskan masih ada syarat administratif yang harus dipenuhi, termasuk izin berusaha melalui OSS dan IPPT sesuai RTRW sebelum izin lingkungan dan PBG dapat diterbitkan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pembangunan hunian tetap bagi korban bencana Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami kendala akibat proses administrasi dan perizinan yang belum tuntas di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
  • Who?
    Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen, Wakil Bupati Ignasius Boli Uran, serta Kepala Kantor Pertanahan Flores Timur Jenny Selfiana terlibat dalam pembahasan percepatan pembangunan hunian tetap.
  • Where?
    Kegiatan pembahasan berlangsung di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan beberapa lokasi opsi pembangunan seperti Todo, Nobo, Walang, Koja, Hewa, dan Watobuku.
  • When?
    Pertemuan dilakukan pada Selasa, 28 April 2026. Pemerintah daerah menargetkan penetapan lahan selesai pada tahun 2026 agar pembangunan dapat segera dimulai.
  • Why?
    Kendala muncul karena proses administrasi pertanahan dan perizinan seperti KKPR dan IPPT belum terpenuhi sepenuhnya sehingga dokumen belum dapat diverifikasi untuk melanjutkan tahap pembangunan.
  • How?
    Pemerintah daerah bersama ATR/BPN melakukan rapat koordinasi guna mempercepat penyelesaian izin melalui sistem OSS serta memastikan kesesuaian tata ruang sebelum pengurusan izin lingkungan dan bangunan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang-orang yang rumahnya rusak karena gunung meletus di Lewotobi Laki-laki. Pak Bupati Doni mau bangun rumah baru buat mereka, tapi surat-suratnya masih ribet dan belum selesai. Ada juga Pak Wakil Bupati dan Bu Jenny yang bantu urus tanah dan izin. Mereka semua mau supaya tahun ini bisa cepat beres biar rumahnya bisa dibangun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen mengungkap kendala administrasi yang ribet membuat pembangunan hunian tetap (huntap) korban bencana Gunung Lewotobi Laki-laki terkendala. Ia menyatakan ini saat memimpin rapat bersama dengan ATR/BPN Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (28/4/2026), terkait pengembangan huntap.

“Memang agak ribet masalah administrasi. Kalau ada yang bisa dipercepat, percepat supaya proses tetap berjalan dengan baik,” kata Doni.

1. Berharap bisa mulai tahun depan

Pertemuan Bupati Flores Timur dengan Kantor Pertahanan Flores Timur. (Dok Prokopim Flores Timur)

Pemerintah Kabupaten Flores Timur, lanjut Doni, berharap pembangunan huntap bisa segera dimulai tahun ini bila proses perizinan dan penetapan lahan bisa diselesaikan.

Ia sebelumnya juga sempat menyebut urusan pertanahan masih menjadi tantangan besar. Sementara kebutuhan lahan untuk huntap juga berkaitan dengan upaya pemberdayaan ekonomi para penyintas setelah direlokasi. Tidak hanya untuk pembangunan huntap, kata dia, tetapi juga dalam penataan ruang dan reforma agraria di daerah tersebut.

“Urusan pengungsi tidak hanya sampai memberikan mereka hunian tetap, tetapi juga pemberdayaan ekonomi agar mereka bisa melanjutkan kehidupan,” ujar Doni.

2. Harus selesai ditetapkan pada tahun ini

Pengungsi korban bencana Gunung Lewotobi Laki-laki mendapat bantuan. (Dok Prokopim Flores Timur)

Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Boli Uran merinci sejumlah titik yang masuk dalam opsi pembangunan huntap antara lain Todo, Nobo, Walang, Koja, Hewa, dan Watobuku. Ia berharap hal yang sama agar proses administrasi tidak lagi berlarut-larut karena ini masih jadi kendala bagi lokasi pembangunan huntap.

"Untuk itu harus segera dipastikan. Kita harapkan agar bisa secepatnya tertangani sehingga lokasi bisa pasti dan pembangunan segera dilakukan,” katanya.

Dalam rapat itu ditegaskan bahwa penetapan lahan huntap harus selesai pada 2026 agar pembangunan dapat segera berjalan.

3. Penjelasan Kantor Pertahanan Flores Timur

Pengungsi korban bencana Gunung Lewotobi Laki-laki mendapat bantuan. (Dok Prokopim Flores Timur)

Sementara Kepala Kantor Pertanahan Flores Timur Jenny Selfiana menyebut masih ada syarat yang memang harus dipenuhi seperti izin berusaha melalui aplikasi Online Single Submission (OSS) untuk penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Untuk itu dokumen maksh belum dapat diverifikasi.

Ia menambahkan proses penetapan lokasi juga harus melalui Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (IPPT) yang disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Seluruh tahapan tersebut, kata dia, menjadi syarat dasar sebelum pengurusan izin lingkungan dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Ini untuk memastikan pembangunan huntap tidak melanggar tata ruang,” ujarnya.

Editorial Team