Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bupati Lotim saat menyampaikan pidato perdana dalam rapat paripurna DPRD Lotim (IDN Times/Ruhaili)
Bupati Lotim saat menyampaikan pidato perdana dalam rapat paripurna DPRD Lotim (IDN Times/Ruhaili)

Lombok Timur, IDN Times – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim) menggelar serah terima jabatan (sertijab) Bupati Lombok Timur dari Penjabat Bupati M. Juaini Taofik kepada Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur terpilih, Haerul Warisin dan Edwin Hariwijaya.

Acara ini juga dirangkaikan dengan Rapat Paripurna DPRD dalam rangka penyampaian pidato perdana Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur pada Rabu (5/3/25). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lotim, Haerul Warisin, turut mengundang ribuan masyarakat dan anak yatim untuk melaksanakan buka bersama di Pendopo Bupati Lotim.

1. Tidak ada istilah program 100 hari

Bupati Lotim, Haerul Warisin saat memberikan santunan kepada anak yatim (IDN Times/Ruhaili)

Bupati Lotim, Haerul Warisin, seusai sertijab menegaskan bahwa tidak ada istilah program 100 hari dalam kepemimpinannya. Meskipun banyak pihak menggunakan standar 100 hari sebagai tolok ukur kinerja pemimpin baru, Warisin menilai hal tersebut kurang relevan untuk masa jabatannya yang berlangsung selama lima tahun.

“Tidak ada istilah program 100 hari, tapi yang jelas, kita akan mengukur kemampuan kerja kita dalam mengatasi persoalan yang mampu kita selesaikan dalam jangka waktu tiga bulan,” tegasnya.

2. Lebih memilih pendekatan evaluasi bertahap

Bupati Lotim dan Wakil Bupati Lotim serta mantan Pj. Bupati Lotim saat serah terima jabatan (IDN Times/Ruhaili)

Bupati menjelaskan bahwa dirinya lebih memilih pendekatan bertahap dalam mengevaluasi kebijakan dan program yang dijalankan. Ia meminta masyarakat serta seluruh pihak terkait untuk tidak terlalu cepat memberikan penilaian atau kritik terhadap kebijakan yang baru diterapkan.

“Harapan saya adalah kepada rekan-rekan semua dan masyarakat, ketika kita melaksanakan kebijakan tertentu, jangan terlalu cepat ditanggapi secara negatif. Biarkan program itu berjalan. Buktikan dulu seminggu, dua minggu, atau satu bulan. Jika setelah satu bulan program ternyata tidak mampu dilaksanakan oleh perangkat atau pembantu kita, baru disampaikan kepada Bupati,” jelasnya.

3. Jadi masyarakat cerdas dan bijaksana

Ribuan masyarakat Lotim menghadiri acara sertijab (IDN Times/Ruhaili)

Mantan Wakil Bupati Lotim periode 2014-2019 ini mengajak masyarakat untuk menjadi masyarakat yang cerdas, arif, dan bijaksana dalam menyikapi kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa budaya mengkritisi kebijakan yang baru diterapkan tanpa melihat hasil terlebih dahulu sebaiknya tidak dibudayakan di Lotim.

“Silakan kabupaten atau provinsi lain melakukan hal seperti itu, tapi untuk Lotim, mari kita menjadi masyarakat yang arif dan bijaksana,” tegasnya.

Editorial Team

EditorRuhaili