Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai Seribu Meter
Visual Gunung Lewotobi Laki-laki saat Erupsi 19 Maret 2026. (Dok MAGMA Indonesia)
  • Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur erupsi dua kali dalam sehari, dengan kolom abu tertinggi mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Kamis (19/3/2026).
  • PVMBG mencatat aktivitas vulkanik masih fluktuatif dengan gempa tremor dan endapan lava mengarah ke timur laut serta barat laut, status gunung tetap di Level II (Waspada).
  • Warga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah, waspada hujan abu dan potensi lahar hujan, serta menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
19 Maret 2026

Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur mengalami dua kali erupsi dalam sehari. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 06.08 WITA dengan kolom abu setinggi ±600 meter di atas puncak.

19 Maret 2026

Letusan kedua terjadi pukul 14.36 WITA dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak, lebih tinggi dari erupsi pagi hari.

kini

Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih fluktuatif dan berstatus Level II (Waspada). PVMBG serta pemerintah daerah terus memantau situasi dan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap hujan abu dan potensi banjir lahar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur meletus dua kali dalam satu hari. Pagi abu naik tinggi, sore lebih tinggi lagi sampai seribu meter. Abunya warna kelabu dan tebal. Orang yang jaga gunung bilang gunungnya masih aktif dan harus hati-hati. Warga disuruh tenang, pakai masker, dan jangan dekat-dekat gunung dulu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami dua kali erupsi dalam sehari pada Kamis (19/3/2026).

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan terbaru terjadi pukul 14.36 WITA, tinggi kolom abunya capai 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut.

1. Lebih tinggi dari letusan di pagi hari

Visual Gunung Lewotobi Laki-laki saat Erupsi 19 Maret 2026. (Dok MAGMA Indonesia)

Sebelumnya letusan terjadi sekitar pukul 06.08 WITA dengan tinggi kolom abu teramati mencapai ±600 meter di atas puncak. PVMBG menyebut kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara serta barat laut.

"Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 2,9 mm dan durasi sekitar 3 menit 6 detik," jelas Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef.

Erupsi terbaru pada 14.36 WITA di hari yang sama lebih tinggi lagi dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara serta timur laut.

"Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14,8 mm dan durasi sekitar 2 menit 10 detik," tandasnya.

2. Aktivitas vulkanik masih fluktuatif

Penampakan kawah Gunung Lewotobi Laki-laki. (Dok Badan Geologi)

Dengan terjadinya dua erupsi kurang dari 12 jam ini, kata dia, menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang cukup fluktuatif.

Sementara aktivitas kegempaannya tercatat cukup intens, mulai dari tremor non-harmonik, harmonik, hingga gempa tektonik. Secara visual sendiri terpantau adanya endapan lava yang mengarah ke timur laut sejauh sekitar 4,34 kilometer dan ke barat laut sekitar 3,8 kilometer dari pusat erupsi.

"Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level II (Waspada) sehingga dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi," kata dia.

3. Imbauan kepada warga

Aktivitas puncak kawah Gunung Api Lewotobi Laki-laki. (Dok Badan Geologi)

Ia mengimbau warga untuk tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.

Masyarakat diharapkan mewaspadai dampak hujan abu serta potensi banjir lahar hujan, terutama saat curah hujan tinggi di wilayah sekitar gunung, juga menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan bila terdampak abu vulkanik.

"Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, hingga Nawakote," jelasnya.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta PVMBG untuk memantau perkembangan aktivitas gunung secara berkala.

Editorial Team