Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260208-WA0023.jpg
Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Bupati Ngada mengunjungi makam YBR. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)

Intinya sih...

  • Gubernur NTT Melki Laka Lena meminta maaf dan menyampaikan duka mendalam kepada keluarga siswa SD Ngada yang meninggal.

  • Bersama Bupati Ngada, Melki mendoakan almarhum dan menekankan perlunya perbaikan layanan dasar dan penanganan kemiskinan di daerah.

  • Pemerintah melakukan evaluasi pendataan kemiskinan untuk memastikan program-program bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyampaikan permohonan maaf dan duka mendalam kepada keluarga dan orangtua YBR, murid kelas IV SD di Kabupaten Ngada yang meninggal dunia karena tak mampu membeli buku tulis. Melki bertemu dengan ibu korban, Maria Goreti Te’a, dan menyampaikan ini langsung saat mengunjungi keluarga korban di Kecamatan Jerebuu, Sabtu (7/2/2026).

“Sebagai wakil pemerintah pusat di sini, kami mohon maaf baru bisa hadir hari ini dan kami menyampaikan duka mendalam bagi keluarga,” kata Melki saat itu.

1. Melayat bersama Bupati Ngada

Gubernur NTT Melki Laka Lena ke tempat tinggal YBR. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)

Melki juga menyempatkan diri ke makam YBR dan mendoakannya. Bupati Ngada, Raymundus Bena, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, serta jajaran perangkat daerah lingkup Pemprov NTT turut mendampingi Gubernur NTT. Melki mengatakan peristiwa tersebut bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Kepergian anak ini bukan cuma duka keluarga dan warga Ngada, tapi menjadi duka kita semua,” ujarnya.

2. Penanganan kemiskinan masih banyak kekurangan

Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Bupati Ngada mengunjungi makam YBR. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)

Peristiwa ini menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam penanganan kemiskinan dan layanan dasar yang masih banyak kekurangan.

"Agar kasus seperti ini tidak terulang. Kami harus memperbaiki kinerja dalam mengurus masyarakat, terutama keluarga yang berada dalam situasi sulit,” katanya.

Untuk layanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga sistem sosial di masyarakat juga diperkuat lagi. Pihaknya pun mengajak masyarakat menjaga solidaritas dan kepedulian sosial.

“Kita jaga gotong royong, saling melindungi, saling menyayangi, dan saling membantu. Pemerintah punya banyak kekurangan, tapi masyarakat juga kita harapkan tetap saling menjaga,” ujarnya.

3. Evaluasi pendataan kemiskinan

Gubernur NTT Melki Laka Lena bertemu ibu YBR. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)

Pihaknya telah melakukan rapat bersama terkait pembenahan semua tahapan bantuan dan pendataan kemiskinan. Evaluasi pendataan warga miskin ini, kata dia, memang harus lebih dipastikan sesuai dengan kategori miskin dan tidak disalahgunakan.

"Sehingga perlu dirapikan agar hal-hal ini tidak lagi terjadi," ujarnya.

Program-program kemiskinan perlu sampai kepada yang berhak dan semua pihak akan mengawal data kemiskinan dan dapat terjangkau di lapangan.

"Untuk memastikan program-program yang banyak sekali ini dapat sampai kepada yang berhak dan semua sepakat. Tokoh-tokoh agama akan bicara di mimbarnya, tentara dan polisi juga siap membantu memastikan dua agenda ini," jelas dia.

Editorial Team