Kupang, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengakui bahwa kematian seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, yang diduga berkaitan dengan ketidakmampuan membeli alat baca tulis akibat kemiskinan, telah menyita perhatian luas. Peristiwa tersebut bahkan membuat Melki menerima banyak panggilan telepon dari sejumlah menteri.
Melki menilai Presiden Prabowo Subianto bisa bereaksi keras terhadap Pemerintah Provinsi NTT apabila kejadian itu terungkap dalam forum rapat koordinasi nasional (rakornas) yang dihadiri seluruh kepala daerah. Ia menegaskan peristiwa ini menjadi alarm serius bagi pemerintah, mengingat masih banyak warga di daerah yang hidup dalam kondisi serupa.
Melki mengaku banyak menteri menghubunginya terkait peristiwa kematian ini, namun kepala daerah setempat malah lambat meresponnya.
"Mati hanya karena miskin, agak terganggu juga saya. Saya punya lidah kelu juga, tangan saya susah juga. Saya WA pimpinan daerahnya lama juga merespon. Jadi saya minta orang saya sendiri turun cek," tandas Melki saat peresmian fakultas kedokteran salah satu kampus di Kupang, Rabu (4/2/2026).
