Gubernur NTT Melki Laka Lena saat tampil di program RRI Kupang. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)
Ia mengungkap Program MBG ini 70 persen komponen anggaran MBG untuk bahan baku yang masuk ke dapur. Namun mayoritas bahan baku tersebut masih dipasok dari luar daerah karena disebutnya kurangnya penyuplai di NTT.
Informasi mengenai bahan baku yang dominan dipasok dari provinsi lain ini pun ia peroleh dari para pengelola dapur MBG.
"Dan dari bahan baku yang masuk ke dapur itu ternyata mayoritasnya kita masih ambil dari luar NTT," kata dia dalam podcast di RRI Kupang yang dirilis Rabu (21/1/2026).
Menurut dia, program ini harusnya berdampak secara gizi bagi penerima manfaat dan secara ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Sayangnya, hal ini tak terjadi karena untuk telur dan daging pun masih dipasok dari luar NTT.
"Dampak ekonominya belum begitu terasa di NTT karena masih banyak barang yang harusnya diproduksi di NTT itu belum kita hasilkan, misalnya telur, misalnya daging, buah dan sebagainya itu, sehingga manfaat yang diperoleh dari program ini jadi kecil," jelasnya lagi.