Sekda NTB Lalu Gita Ariadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Pada APBD 2024, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran untuk melakukan pra studi kelayakan atau feasibility study (FS) rencana pembangunan Bypass Lembar-Kayangan sebesar Rp1,5 miliar.
Sekda NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan sebenarnya untuk proyek Bypass Lembar - Kayangan sudah terbangun 50 persen.
Dia mengusulkan supaya jalan bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) yang sudah terbangun dari Kota Mataram, Lombok Barat sampai Lombok Tengah tinggal dilanjutkan sampai Pelabuhan Kayangan Lombok Timur.
Menurutnya, jalan itu sudah hampir setengahnya terbangun. Tinggal melanjutkan pembangunan dari bypass Mandalika yang terletak di Desa Pengengat Lombok Tengah kemudian ke timur menuju Pelabuhan Kayangan Lombok Timur.
Jika lokasi pembangunannya di daerah selatan Pulau Lombok maka tidak akan banyak merusak daerah pertanian yang subur. Rencana awal, pembangunan jalan Lembar - Kayangan di jalur utara Pulau Lombok, mulai dari Kota Mataram, Lombok Tengah sampai Lombok Timur.
Di daerah utara tersebut merupakan lahan pertanian yang subur. Sehingga alihfungai lahan dikhawatirkan akan masif. Tetapi jika dibangun di jalur selatan Pulau Lombok, biayanya bisa ditekan dan alihfungai lahan bisa diminimalisir. Karena kawasan selatan merupakan lahan pertanian marjinal.
Hasil kajian yang dilakukan Bappeda NTB bersama konsultan beberapa tahun 2016, volume capacity ratio (VCR) atau perbandingan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan di jalur Lembar – Kayangan saat ini sudah berada di angka 0,6 – 0,8. Waktu tempuh di jalur Lembar – Kayangan sekarang sudah sampai 3 jam.
Ruas jalan Lembar - Kayangan merupakan jalur trans nasional Aceh – NTT, bottleneck-nya sekarang berada di Pulau Lombok. Karena di Bali sudah ada jalan tol dan jalan nasionalnya lebar.
Berdasarkan hasil kajian awal yang dilakukan Pemprov NTB pada 2016, pembangunan bypass Lembar – Kayangan membutuhkan anggaran sekitar Rp4,7 triliun.