Geger! Lansia Ditemukan Tak Bernyawa dengan Kondisi Tubuh Tak Utuh

Petrus Nomtanis, 70 tahun, ditemukan meninggal di Hutan Nonmeto, Kabupaten Kupang, Jumat pagi, dengan kepala terpisah sekitar dua meter dan kondisi kaki rusak.
Polisi serta tim medis mengevakuasi dan memeriksa jasad korban. Pemeriksaan luar memperkirakan ia meninggal empat hingga lima hari sebelum ditemukan, dengan tanda gigitan hewan pada tubuh.
Korban tinggal sendiri, memiliki riwayat asma, dan terakhir terlihat 4 Oktober 2026. Keluarga menolak autopsi, sehingga penyebab pasti kematian belum diketahui; Polres Kupang menangani kasus ini.
Kupang, IDN Times — Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Petrus Nomtanis ditemukan tak bernyawa di kawasan Hutan Nonmeto, Kabupaten Kupang pada Jumat (9/10/2026) pagi. Jasadnya sudah tidak utuh dengan bagian kepala terpisah dari tubuh berjarak sekitar dua meter.
Pria berusia 70 tahun itu ditemukan sekitar pukul 08.00 WITA, tepatnya di area RT 009/RW 004, Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, oleh seorang warga bernama Dim Nabuasa saat mencari kambingnya yang hilang di sekitar hutan.
"Kepalanya terpisah dari tubuh dengan jarak sekitar dua meter sedangkan kedua kaki korban juga mengalami kerusakan yang diduga akibat gigitan binatang," ungkap Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Lalu Randi Hidayat, tulisnya Sabtu (10/10/2026).
1. Polisi dan tim medis evakuasi jenazah

Lansia di Kupang ditemukan tak bernyawa dalam hutan. (Dok Polres Kupang) Saksi usai penemuan jenazah itu langsung pergi memberitahukan kepada warga dan kembali ke lokasi bersama masyarakat untuk memastikan identitas dari jenazah tersebut.
"Korban diketahui bernama Petrus Nomtanis, warga RT 009/RW 004, Kelurahan Takari," jelasnya.
Warga selanjutnya meneruskan informasi penemuan jenazah itu kepada pihak Polsek Takari sekitar pukul 09.30 WITA melalui Ketua RW setempat. Petugas polisi dan medis dari Puskesmas Takari akhirnya dikerahkan memeriksa jenazah lansia tersebut.
"Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek Takari bersama Kanit Reskrim dan anggota piket mendatangi tempat kejadian perkara (TKP)," ungkapnya.
Kemudian jasad pria itu dibawa petugas bersama warga ke rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penemuan.
2. Hasil pemeriksaan luar pada jasad korban

Ilustrasi polisi tiba di TKP. (pexels/Pixabay) Dalam hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah oleh tim medis Puskesmas Takari sekitar pukul 11.10 WITA, diketahui korban telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan kemudian digigit oleh hewan.
"Untuk kondisi kepala dan bagian kaki yang tidak utuh diduga berkaitan dengan aktivitas hewan, mengingat ditemukan pula tanda-tanda gigitan pada tubuh korban," jelas dia.
Sementara keluarganya menyebut lansia ini punya riwayat sakit asma dalam dua tahun terakhir dan kerap kambuh, akan tetapi pria itu belum menjalani pengobatan di Puskesmas Takari.
Untuk penyebab pasti kematiannya, kata dia, belum bisa dipastikan hanya berdasarkan pemeriksaan luar tersebut. Sementara keluarganya sudah menolak untuk autopsi.
"Penolakan autopsi ini sudah dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat oleh keluarga korban," sambungnya lagi.
3. Tinggal sendiri dan tak punya masalah pribadi

Ilustrasi TKP (pexels/Kat Wilcox) Petrus sendiri tidak menikah dan tinggal sendiri di rumah kebun yang jauhnya 1,5 kilometer dari rumah tetangga terdekat. Ia terakhir kali terlihat pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 17.00 WITA ketika menginap di rumah keponakannya saat mengisi daya senternya.
Salah seorang keluarga memang sempat ke rumahnya pada Rabu (7/10/2026) untuk memetik asam namun tak ada tanda-tanda keberadaannya.
"Sementara dari keterangan warga yang dihimpun, korban diketahui tidak pernah terlibat persoalan, baik dengan keluarga maupun orang lain semasa hidupnya," sebutnya.
Polres Kupang masih akan menangani kasus temuan ini sesuai prosedur terhadap peristiwa penemuan mayat tersebut.























