Pembalap Moto3 asal Indonesia, Veda Ega Pratama foto bersama Menpora Erick Thohir, Minggu (11/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Dengan adanya MotoGP Mandalika, kata Erick, pembalap-pembalap muda Indonesia punya kesempatan naik kelas. Seperti pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama yang kini berlaga di kelas Moto3. Kemudian Mario Suryo Aji yang berlaga di kelas Moto2.
"Pemerintah bersama InJourney membuat event ini (MotoGP Mandalika) dengan biaya yang sangat mahal tetapi tidak hanya mengharapkan (dampak) ekonomi. Tapi juga bintang-bintang Indonesia punya kesempatan naik kelas," tandasnya.
Sebelumnya, Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan negosiasi antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Kepala BP BUMN, Wakil Menteri Keuangan dan Direktur Utama InJourney dengan Dorna Sports telah dilakukan di Kantor Danantara di Jakarta. Pembahasan itu merupakan tahapan awal pembicaraan perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika termasuk mengenai hosting fee.
Dia menjelaskan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah memberikan rekomendasi kepada Menpora, Menteri Pariwisata (Menpar)dan Wakil Gubernur NTB terkait pembayaran hosting fee MotoGP Mandalika.
Rekomendasi Bappenas itu dalam bentuk buku yang berjudul "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata" diberikan kepada kementerian terkait dan Pemprov NTB. Buku yang berisi rekomendasi Bappenas itu menjadi rujukan ITDC terkait pembayaran hosting fee MotoGP Mandalika.
"Bappenas memberikan rekomendasi berdasarkan proses yang dilakukan dari studi banding segala macam kemudian dicek semua partner. Semua berperan tapi sesuai porsi masing-masing. Tapi kalau bicara hosting fee ini uang besar, semua dari pemerintah pusat," jelas Troy.