Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Produk ikan tuna beku NTB yang ekspor ke AS. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Produk ikan tuna beku NTB yang ekspor ke AS. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Sejumlah komoditas ekspor hasil perikanan asal NTB (NTB) bakal kena imbas kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump mengenakan tarif sebesar 32 persen untuk barang-barang impor dari Indonesia.

Beberapa komoditas hasil perikanan yang diekspor NTB ke AS seperti udang dan ikan tuna. NTB mengekspor tuna beku dan lobster beku yang dilakukan PT. High Point Fisheries dan PT. Blue Ocean Lobster.

"Dampaknya pasti ada kalau tarifnya naik dari sebelumnya. Yang biasa itu ekspor ke Amerika itu ikan tuna oleh PT. High Point Fisheries. Termasuk beberapa komoditi udang yang sesuai standar di sana. Yang pasti semua akan berdampak," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB Muslim dikonfirmasi IDN Times, Minggu (6/4/2025).

1. Akan berdampak terhadap pengurangan volume produksi

Kepala Dislutkan NTB Muslim. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Muslim menjelaskan kebijakan Presiden Trump yang mengenakan tarif impor cukup tinggi untuk produk dari Indonesia akan berdampak pada pengurangan volume produksi. Apalagi, eksportir PT. High Point Fisheries tujuannya hanya AS, tidak ada ke negara lain.

Dampak bagi pekerja, kemungkinan perusahaan akan melakukan perampingan struktur manajemen internal. Namun, Muslim mengatakan para eksportir atau pelaku usaha sudah menyiapkan mitigasi apa yang akan dilakukan ke depan.

"Masing-masing pelaku usaha punya mitigasi juga. Apakah mereka akan mencari segmen pasar negara lain atau apa. Saya pikir masing-masing perusahaan sudah punya langkah mitigasi ke arah sana. Apalagi Presiden Prabowo menginstruksikan kepada jajaran kementerian melakukan komunikasi dengan Pemerintah AS," jelasnya.

2. Jepang dan Cina bisa menjadi pasar ekspor komoditas perikanan NTB

Tuna sirip biru atlantik (commons.wikimedia.org/Jean-Pierre Bazard)

Menurutnya, Jepang dan Cina bisa menjadi pasar ekspor komoditas perikanan NTB. Muslim mengungkapkan bahwa para eksportir sudah memiliki jaringan pasar di negara lain untuk menjual produknya.

Apakah kebijakan tarif impor Presiden Trump juga berpengaruh terhadap nelayan yang memasok ikan tuna ke perusahaan eksportir? Muslim menjelaskan bahwa usaha penangkapan ikan tuna banyak dilakoni pelaku usaha skala besar.

"Mereka punya kapal ratusan unit di wilayah penangkapan mereka," sebutnya.

3. AS tujuan ekspor terbesar NTB pada Februari 2025

Kepala BPS NTB Wahyudin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin menyebutkan nilai ekspor Provinsi NTB pada Februari 2025 sebesar US$ 7.279.195 mengalami kenaikan sebesar 87,17 persen jika dibandingkan dengan ekspor bulan Januari 2025 sebesar US$ 3.889.005.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, nilai ekspor Provinsi NTB bulan Februari 2025 mengalami penurunan sebesar 96,84 persen. Dimana tercatat nilai ekspor Provinsi NTB pada bulan Februari 2024 sebesar US$ 230.708.644.

Wahyudin mengatakan nilai ekspor Provinsi NTB bulan Februari 2025 menurut negara tujuan menunjukkan Amerika Serikat menjadi negara tujuan dengan nilai ekspor terbesar yaitu US$ 3.880.251 atau sekitar 53,31 persen.

Negara dengan nilai ekspor Provinsi NTB bulan Februari 2024 tertinggi kedua adalah Hongkong dengan nilai US$ 1.362.956 atau sekitar 18,72 persen, kemudian disusul Vietnam yaitu sebesar US$ 724.856 atau sekitar 9,96 persen.

Nilai ekspor Provinsi NTB Bulan Februari 2024 tertinggi keempat ditujukan ke Jepang dengan nilai US$ 419.981 atau sekitar 5,77 persen dan kelima ditujukan ke Tiongkok dengan nilai US$ 369.459 atau sekitar 5,08 persen. Sedangkan nilai ekspor Provinsi NTB ke negara lain mencapai 7,17 persen dari total ekspor.

Kelompok komoditas ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Februari 2025 adalah Ikan dan Udang sebesar US$ 2.808.930 (38,59 persen), Perhiasan/Permata sebesar US$ 1.837.239 (25,24 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar US$ 1.520.619 (20,89 persen), Buah-buahan sebesar US$ 662.655 (9,10 persen), Garam, Belerang, Kapur sebesar US$ 244.759 (3,36 persen), Biji-bijian berminyak sebesar US$ 176.760 (2,43 persen).

Sedangkan kelompok komoditas ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada Bulan Januari 2025 adalah Perhiasan/Permata sebesar US$ 1.140.064 (29,32 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar US$ 965.532 (24,83 persen), Buah-buahan sebesar US$ 851.243 (21,89 persen), Ikan dan Udang sebesar US$ 729.983 (18,77 persen), Garam, Belerang, Kapur sebesar US$ 110.193 (2,83 persen), Biji-bijian Berminyak sebesar US$ 40.884 (1,05 persen).

Negara tujuan ekspor kelompok komoditas Ikan dan Udang pada Bulan Februari 2025 adalah Amerika Serikat, Chili, Taiwan, dan lainnya. Untuk ekspor kelompok komoditas Perhiasan/Permata ditujukan ke Hongkong, Jepang, Tiongkok, dan lainnya. Ekspor kelompok Daging dan Ikan Olahan ditujukan ke Amerika Serikat, Puerto Rico, dan Singapura. Sedangkan kelompok Buah-buahan ditujukan ke Vietnam.

Editorial Team