Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dua Anak di SBD Tewas di Lokasi Penggalian untuk Pembangunan Gereja
Dua anak di Sumba Barat Daya, NTT, tewas tertimbun sertu. (Dok Polres Sumba Barat Daya)
  • Dua anak di Desa Djela Manu, Sumba Barat Daya, tewas tertimbun longsor saat penggalian tanah sertu untuk pembangunan gereja, sementara satu orang dewasa mengalami luka serius di kepala.
  • Kedua korban anak sedang bermain di lubang bekas galian ketika tanah bagian atas runtuh, sedangkan seorang anak lainnya berhasil diselamatkan oleh Anderias Bili sebelum longsor terjadi.
  • Upaya penyelamatan melibatkan warga, aparat desa, BPBD, dan TNI-Polri dengan bantuan ekskavator; kedua korban akhirnya ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 17.40 WITA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dua anak sedang main di lubang tanah dekat rumah. Ada juga seorang bapak yang gali tanah buat bangun gereja. Tiba-tiba tanahnya jatuh dan nutup dua anak itu. Bapak itu coba tolong tapi kena batu di kepala. Banyak orang datang bantu cari, lalu dua anak ditemukan sudah meninggal dan bapaknya dirawat di puskesmas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Dua anak tewas tertimbun longsor di lokasi galian sertu atau tanah putih di Kebun Tilu Mareda, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur.

Kapolres Sumba Barat Daya AKBP Harianto Rantesalu mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WITA, pada Senin (16/3/2026).

“Longsor terjadi di lokasi galian tanah sertu saat sejumlah warga mengambil tanah untuk keperluan pembangunan gereja. Dua anak tertimbun material tanah dan satu orang dewasa mengalami luka,” kata dia.

1. Dua anak tewas dan satu orang dewasa terluka

ilustrasi pasien dirawat di rumah sakit (freepik.com/freepik)

Anak-anak yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa ini ialah Arjuna Saputra Gono Ate (12) dan Sardianto Rato Pote (7). Keduanya merupakan pelajar yang tinggal di Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara.

Pada kejadian yang sama ada seorang korban dewasa yaitu Anderias Bili (56). Ia mengalami luka serius di bagian kepala akibat tertimpa batu saat mencoba menyelamatkan korban.

“Korban dewasa ini sudah dirawat di Puskesmas Palla karena mengalami luka cukup serius di bagian kepala,” ujar Harianto.

2. Sebut anak-anak bermain di lokasi galian

Dua anak di Sumba Barat Daya, NTT, tewas tertimbun sertu. (Dok Polres Sumba Barat Daya)

Menurut keterangan, kedua anak tersebut dibawa oleh Anderias Bili bersama dengan seorang anak lainnya untuk menggali sertu di lokasi yang tidak jauh dari rumah mereka. Tanah tersebut rencananya digunakan sebagai material pembangunan gereja.

Saat Anderias menggali tanah, jelas dia, dua anak itu bermain di lubang bekas galian. Anderias sempat menegur mereka agar tidak bermain di area tersebut.

“Tidak lama kemudian tanah di bagian atas runtuh dan menimpa para korban,” jelasnya.

Dalam situasi tersebut,

Anderias pun sempat menarik seorang anak bernama Juandri Saputra Ina Ngele (9) sehingga selamat dari lokasi longsor tersebut. Namun dua anak lainnya tertimbun material sertu.

3. Sempat berusaha menolong

Dua anak di Sumba Barat Daya, NTT, tewas tertimbun sertu. (Dok Polres Sumba Barat Daya)

Anderias juga sempat mencoba menggali sertu atau tanah putih itu untuk menyelamatkan kedua anak yang tertimbun. Longsor susulan tiba-tiba terjadi saat itu dan batu mengenai bagian kepalanya.

Ia akhirnya memanggil bantuan warga sekitar dari lokasi tersebut sampai akhirnya pencarian korban melibatkan personel Polsek Wewewa Utara, anggota Kodim 1629/SBD, BPBD Sumba Barat Daya, aparat Desa Djela Manu, serta masyarakat setempat. Evakuasi pun dilakuan menggunakan ekskavator yang didatangkan ke lokasi.

"Sekitar pukul 17.40 WITA kedua korban ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia,” kata Harianto.

Editorial Team