Para marshal di Sirkuit Pertamina Mandalika/dok. Istimewa
Usai mengawal proses balapan IATC dan seri Pamungkas Race 1 dan 2 di Sirkuit Pertamina Mandalika. Afif Alfansyuri, asal Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah NTB mengaku menjadi marshal merupakan pekerjaan tidak sulit seperti yang dibayangkan.
Ang sapaannya menjelaskan selama mengawal seri pamungkas Race IATC dan WSBK di Sirkuit Mandalika tak mendapatkan kendala berarti. Dia mengaku menikmati pekerjaannya itu.
"Seru juga sih jadi Marshal. Saya posnya di turn 14 kan gak ada yang jatuh, jadi saya gak sempat angkat pembalap yang jatuh," ujar Ang kepada IDN Times.
Selama tiga hari mengawal balapan IATC dan WSBK kata Ang, dia mendapat jatah makan sesuai jadwal. Bahkan cerita Ang, dia kerap bercanda bersama empat marshal lainnya asal NTB saat balapan break atau jam istirahat.
"Seru jadinya. Bisa bercanda. Tapi gitu, kami harus kena hujan dan panas-panasan. Karena harus standby kan," tutur Ang.