Ketua DPW NTT Ahmad Yohan mengibarkan bendera pataka PAN. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Tokoh yang ditampilkan Ahmad Yohan antara lain Jefri Riwu Kore, Simon Petrus Kamlasi (SPK), hingga Jane Natalia Suryanto yang belum lama ini bergabung dengan PAN. Dengan formasi ini, kata dia, tak ayal PAN akan lebih kuat bersaing pada pemilu berikutnya.
Jefri sebelumnya merupakan politisi Demokrat yang juga pernah merasakan kursi DPR RI, Wali Kota Kupang, namun berpindah ke PAN.
Begitu pun dengan SPK dan Jane. Keduanya bertarung di Pilgub 2024 dari partai yang berbeda. SPK sebelumnya berpasangan dengan Andreas Garu yang diusung oleh partai NasDem, PKB, dan PKS. Sementara Jane berpasangan dengan Asny Lema yang diusung PDIP dan Hanura.
"Insyaallah kursi di Dapil II bisa kita dapatkan," tandasnya yang diikuti dengan tepuk tangan kader yang lain.
Ahmad Yohan pada saat yang sama memastikan kekuatan PAN yang semakin besar di NTT. Namun demikian, lanjut dia, kekuatan PAN ini disebutnya bukan untuk mencari kursi dalam pemilihan umum semata tapi mengabdi pada masyarakat.
"Kami yakin pada waktunya nanti rakyat NTT akan memberikan hatinya pada rumah besar Partai Amanat Nasional," sambung dia lagi.
Sesuai perintah Zulhas, kata dia, pihaknya turut terlibat dalam program pemerintah seperti mendorong industri garam dan udang bernilai triliunan rupiah.