ilustrasi monkeypox (pixabay.com/TheDigitalArtist)
Fikri menekankan pentingnya masyarakat meningkatkan sistem ketahanan tubuh agar terhindar dari penyakit cacar monyet. Baginya, pandemik COVID-19 menjadi pembelajaran karena banyak pengalaman yang didapat. Artinya, ketika ada kasus suspek cacar monyet, semua pihak lintas sektor terlibat melakukan pencegahan dan penanganan.
"Terpenting sekarang, puskesmas harus lebih kuat lagi sistem kewaspadaannya," tandas mantan Direktur RSUD Provinsi NTB ini.
Sebelumnya, Dinkes melakukan pengambilan sampel dan spesimen pasien suspek cacar monyet asal Lombok Tengah serta dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Kronologi penemuan kasus suspek cacar monyet di Lombok Tengah yaitu pada Sabtu, 21 Oktober 2023, pasien yang merupakan seorang perempuan inisial MA (22) mengeluh bengkak di bibir.
Kemudian pada Minggu, 22 Oktober 2023, keluar cairan bening meski tidak dirasakan nyeri tetapi terasa keras di bagian yang terkena luka. Selanjutnya, pada Senin, 23 Oktober 2023, pasien berobat ke Puskesmas Ubung.
Pada Rabu, 25 Oktober 2023, pasien datang melakukan kontrol ke Puskesmas Ubung. Kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Patut Patuh Patju Gerung Lombok Barat. Di Rumah Sakit Patuh Patut Patju, pasien diberikan obat-obatan dan lukanya dibersihkan.
Lukanya pun mulai mengering. Setelah itu pasien pulang dari Rumah Sakit namun merasa sesak, keluar bintik-bintik merah di punggung, lengan, kaki dan bibir. Pada Senin, 30 Oktober 2023, pasien kembali melakukan kontrol kesehatan Rumah Sakit Patut Patuh Patju.
Pasien disarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB tetapi keluarga pasien memilih isolasi mandiri. Kondisi terkini pasien sudah membaik atau sehat. Luka sudah mengering dan saat ini sedang isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan puskesmas.