Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260113_100923.jpg
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Nurul Wathoni (IDN Times/Ruhaili)

Lombok Timur, IDN Times – Dugaan kasus perundungan di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah. Kasus ini dinilai perlu ditangani secara cepat dan menyeluruh untuk memastikan keamanan serta kenyamanan lingkungan belajar siswa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik perundungan di dunia pendidikan. Ia memastikan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini dengan menurunkan tim guna melakukan investigasi di sekolah terkait.

1. Kasus perundungan tanggung jawab bersama

Petugas medis RSUD Selong menunjukkan hasil rontgen pada kaki korban (IDN Times/Ruhaili)

Wathoni menekankan bahwa kasus perundungan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak di lingkungan sekolah. Menurutnya, pencegahan hanya bisa dilakukan jika semua elemen, mulai dari guru, pengawas, komite sekolah, hingga wali murid, memiliki komitmen bersama untuk melindungi peserta didik.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan aktif di sekolah, termasuk dengan memaksimalkan pelaksanaan tugas piket guru. Pengawasan tidak hanya dilakukan pada pagi hari, tetapi juga saat kegiatan ekstrakurikuler, agar lingkungan sekolah tetap berada dalam kontrol dan pengawasan tenaga pendidik.

“Kasus perundungan adalah tanggung jawab bersama yang harus terus kita hilangkan, lebih-lebih di dunia pendidikan,” tegas Wathoni, Rabu (4/2/2026).

2. Telah menerbitkan surat edaran

ilustrasi siswa sekolah (pexels.com/Agung Pandit Wiguna)

Wathoni mengungkapkan bahwa penegasan terkait pencegahan perundungan sebenarnya telah disampaikan sebelum munculnya dugaan kasus tersebut. Ia menyebutkan bahwa upaya pencegahan telah menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur sejak awal tahun.

Menurutnya, Dikbud Lombok Timur telah mengeluarkan surat edaran pada pertengahan Januari lalu. Edaran tersebut meminta seluruh sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sekaligus mengoptimalkan program pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan.

"Kita telah mengeluarkan surat edaran, yaitu meminta semua sekolah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman," tegasnya.

3. Kasus masih dalam tahap Investigasi

Ilustrasi siswa sekolah. (IDN Times/Sukma Shakti)

Lebih lanjut Watoni mengatakan, terkait dugaan kasus ini, pihaknya mulai turun menghimpun informasi dan melakukan screening.

"Kemarin sore (3/2), Kepala Bidang SD Dikbud sudah menjenguk korban langsung di RSUD. Hari ini kami menurunkan tim ke sekolah untuk melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," jelas Wathoni.

Sementara berdasarkan keterangan guru, hasil screening awal menunjukkan bahwa kejadian diduga terjadi setelah pulang sekolah atau di luar lingkungan sekolah. Ada pula keterangan dari saksi teman sekelas yang melihat korban naik bangku dan jatuh.

“Karena memang susah, anak kelas 1 masih dalam proses screening, baik dari korban maupun MK. Untuk kejadian sebenarnya belum kita tahu, masih menunggu hasil screening-nya,” pungkas Wathoni.

Editorial Team