Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lokasi penemuan jenazah korban yang tergantung di kayu plafon rumah orang tuanya.
Lokasi penemuan jenazah korban yang tergantung di kayu plafon rumah orang tuanya, Sabtu (24/1/2026). (dok. Istimewa)

Lombok Utara, IDN Times - Seorang ibu rumah tangga (IRT) inisial M (46), warga Dusun Lokok Setangi, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, ditemukan tewas tergantung di kayu plafon rumah orang tuanya, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 09.30 WITA. Aparat kepolisian dari Polsek Kayangan kemudian menerima laporan adanya dugaan bunuh diri tersebut.

Kapolsek Kayangan Iptu Zainudin menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi yang merupakan anak korban bernama Ginanjar Hadi Saputra. Saat itu, dia sedang mencari ibunya karena tidak berada di dalam rumah.

1. Korban sempat terlihat menyapu halaman rumah

Ilustrasi bunuh diri. (IDN Times/Mia Amalia)

Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya terlihat masih menyapu halaman rumah. Namun sekitar 10 menit kemudian, saksi mencari korban dan menemukannya di rumah orang tuanya yang sedang tidak dihuni dan masih dalam tahap renovasi.

"Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di kayu plafon menggunakan tali nilon warna merah,” jelas Zainudin.

Melihat kejadian tersebut, saksi berusaha menurunkan korban namun tidak mampu seorang diri. Selanjutnya saksi meminta bantuan tetangga, Indah Juliati, dan bersama-sama memotong tali menggunakan gergaji untuk menurunkan korban.

2. Korban dua kali melakukan percobaan bunuh diri

Keluarga korban menolak dilakukan visum jenazah. (dok. Istimewa)

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kayangan. Dari keterangan pihak keluarga, diketahui bahwa korban sebelumnya mengalami depresi dan telah dua kali melakukan percobaan bunuh diri, namun sempat digagalkan oleh pihak keluarga.

Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan pendataan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga. Namun, keluarga korban menolak dilakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah oleh pihak kepolisian dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan visum luar dan membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan,” tambah Zainudin.

Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan pada hari yang sama setelah salat ashar di pemakaman keluarga di Dusun Lokok Setangi, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan.

3. Hotline pencegahan bunuh diri

RSJ Mutiara Sukma NTB. (dok. Istimewa)

Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Bagi warga NTB, Anda bisa menghubungi hotline pencegahan bunuh diri RSJ Mutiara Sukma pada nomor 087757972020 atau melalui aplikasi di playstore. Pengguna android bisa mengunduh aplikasi Mutiara Sukma RSJMS lalu memilih layanan Lapor Budir. Anda akan diarahkan untuk konsultasi secara gratis dengan dokter atau psikiater berpengalaman melalui aplikasi tersebut.

Selain itu, layanan konseling kesehatan jiwa juga tersedia di rumah sakit umum, puskesmas, biro psikologi, dan juga melalui online. terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.

Editorial Team