Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dibuka 1 April 2026, Tiket Pendakian Rinjani Sudah Habis Terjual
Ilustrasi pendaki di Gunung Rinjani. (IDN Times/Istimewa)
  • Pendakian Gunung Rinjani dibuka kembali 1 April 2026 setelah tiga bulan ditutup, dan tiket booking mandiri untuk 1–4 April sudah habis terjual melalui aplikasi eRinjani.
  • Data BTNGR mencatat ratusan pendaki telah memesan tiket, didominasi wisatawan nusantara dengan total 652 pemesan sejak pembukaan reservasi pada awal Maret 2026.
  • BTNGR menyiapkan sistem pendakian modern dengan dua opsi asuransi, evakuasi helikopter bagi pengguna premium, serta teknologi drone dan RFID untuk keamanan dan efisiensi penyelamatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pembukaan kembali aktivitas pendakian Gunung Rinjani di Lombok pada 1 April 2026, setelah tiga bulan ditutup, dengan tiket booking mandiri untuk tanggal 1–4 April telah habis terjual melalui aplikasi eRinjani.
  • Who?
    Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) melalui Ketua Pokja World Class Mountaineering, Budi Soesmardi, bersama para pendaki nusantara dan mancanegara yang telah memesan tiket pendakian.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan sistem pemesanan tiket dilakukan secara daring melalui aplikasi eRinjani.
  • When?
    Pendakian dibuka mulai 1 April 2026. Informasi disampaikan pada Selasa, 24 Maret 2026. Pemesanan tiket telah dimulai sejak 6 April tahun sebelumnya.
  • Why?
    Pembukaan kembali dilakukan setelah masa penutupan rutin tiga bulan untuk pemulihan ekosistem dan persiapan sistem pendakian baru yang lebih aman serta berstandar global oleh BTNGR.
  • How?
    Tiket dipesan melalui aplikasi eRinjani dengan kuota terbatas. BTNGR menyiapkan dua opsi asuransi dan fasilitas evakuasi helikopter bagi pengguna asuransi premium
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gunung Rinjani mau dibuka lagi minggu depan buat orang yang mau naik gunung. Banyak banget orang yang sudah beli tiket sampai habis buat tanggal satu sampai empat April. Tapi masih ada tiket buat hari-hari sesudahnya. Orang Indonesia dan orang luar negeri juga ikut naik. Sekarang ada asuransi baru, bisa pakai helikopter kalau ada kecelakaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pembukaan kembali pendakian Gunung Rinjani disambut antusias, terlihat dari tiket yang langsung habis terjual untuk awal April. Antusiasme ini diimbangi dengan kesiapan BTNGR menghadirkan sistem pendakian yang lebih aman dan modern, termasuk opsi asuransi premium, teknologi pemantauan digital, serta simulasi penyelamatan berbasis drone berteknologi tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Aktivitas pendakian Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, kembali dibuka untuk wisatawan nusantara dan mancanegara pada 1 April 2026, pekan depan. Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka setelah ditutup selama tiga bulan sejak 1 Januari hingga 31 Maret 2026.

Ketua Pokja World Class Mountaineering Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Budi Soesmardi mengungkapkan tiket mendaki untuk booking mandiri melalui aplikasi eRinjani telah ludes terjual untuk tanggal 1 - 4 April 2026.

"Untuk booking tiket mandiri untuk WNI tanggal 1 - 4 April 2026 sudah full booked. Tetapi untuk tanggal 5 April dan seterusnya masih ada kuota tersedia," kata Budi dikonfirmasi di Mataram, Selasa (24/3/2026).

1. Kuota trekking organizer masih tersedia

Ketua Pokja World Class Mountaineering Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Budi Soesmardi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Meski kuota untuk booking mandiri telah ludes terjual, namun kuota untuk trekking organizer masih tersedia. Kuota untuk treking organizer pada 1 April yang masih tersedia sebanyak 177 tiket, 2 April sebanyak 160 tiket, 3 April sebanyak 188 tiket dan 4 April sebanyak 198 tiket.

Bagi pendaki yang booking mandiri pada 5 April dan seterusnya, masih banyak kuota yang tersedia. Budi menyebutkan pada 5 April, kuota tersedia masih 93 tiket, 6 April sebanyak 29 tiket, 7 April sebanyak 113 tiket dan 8 April sebanyak 147 tiket.

2. Rincian pendaki yang sudah booking tiket pada 1 - 4 April 2026

Gunung Rinjani, Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Berdasarkan data BTNGR, pada 1 April total pendaki sebanyak 219 orang, dengan rincian 181 pendaki nusantara dan 38 pendaki mancanegara. Kemudian pada 2 April sebanyak 222 pendaki dengan rincian 189 pendaki nusantara dan 33 pendaki mancanegara.

Selanjutnya pada 3 April sebanyak 222 pendaki dengan rincian 195 pendaki nusantara dan 27 pendaki mancanegara. Sedangkan pada 4 April sebanyak 207 pendaki, dengan rincian 189 pendaki nusantara dan 18 pendaki mancanegara.

Pemesanan tiket pendakian Gunung Rinjani dibuka sejak 6 April lalu. Pada hari pertama pembukaan booking tiket, BTNGR mencatat sebanyak sebanyak 652 wisatawan yang sudah memesan.

Terbanyak pendaki nusantara atau warga negara Indonesia (WNI) sebanyak 470 orang, sedangkan pendaki asing atau warga negara asing (WNA) sebanyak 182 orang untuk pendakian bulan April - Desember 2026.

3. BTNGR siapkan opsi asuransi premium, evakuasi pakai helikopter

Wisatawan mancanegara menikmati keindahan Sembalun dari Bukit Selong Kawasan Gunung Rinjani. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mulai tahun 2026, BTNGR menyiapkan dua opsi asuransi bagi para pendaki dalam mengantisipasi kecelakaan saat pendakian di Gunung Rinjani. BTNGR memberikan dua opsi yaitu asuransi reguler dan premium bagi pendaki nusantara dan pendaki mancanegara.

Untuk asuransi reguler, pendaki membayar asuransi sebesar Rp10 ribu. Sedangkan asuransi premium, pendaki membayar Rp290 ribu. Dengan menggunakan asuransi premium, apabila terjadi kecelakaan yang menimpa pendaki di Gunung Rinjani, maka proses evakuasi menggunakan helikopter.

Pada 2026, BTNGR akan mentransformasi sistem pendakian menjadi lebih aman, modern, dan berstandar global. Di antaranya aktivasi gelang RFID, personal beacon pemantau posisi pendaki, Integrated Radio Communications, pembangunan Command Center, High End Infrastructure, upgrade platform e-Rinjani iOS dan Implementasi zero waste digital.

BTNGR juga telah melakukan simulasi penyelematan menggunakan drone logistik. Dengan pemanfaatan drone berteknologi sensor thermal yang tidak hanya berfungsi untuk deteksi panas tubuh korban, tetapi juga dioptimalkan sebagai pengangkut logistik darurat.

Drone membawa perlengkapan penting seperti alat komunikasi, air minum, serta obat-obatan untuk menjangkau survivor di lokasi sulit diakses oleh tim darat. Kemampuan ini menjadi langkah awal penanganan darurat untuk memberikan dukungan psikologis, memastikan korban tetap terhidrasi, serta memperoleh pertolongan medis dasar.

Di medan terjal atau area berisiko tinggi, pergerakan tim darat sering kali membutuhkan waktu dan perhitungan matang. Dengan mobilitas yang cepat dan navigasi presisi, drone dapat menjangkau korban lebih dahulu tanpa menambah risiko bagi personel penyelamat.

Editorial Team