Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Demo di Kantor Gubernur NTT Berujung Bentrok, Empat Orang Terluka
Demo Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus dan sopir pikap di Kantor Gubernur NTT telan korban. (Dok Polresta Kupang Kota)
  • Aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor Gubernur NTT berujung bentrok dengan polisi, menyebabkan empat orang luka-luka dari kedua pihak dan situasi sempat memanas hingga penggunaan watercanon.
  • Polda NTT memastikan penanganan laporan korban dilakukan profesional dan transparan, setelah dua demonstran serta dua anggota polisi mengalami luka dan membuat laporan resmi pasca insiden.
  • Gubernur NTT Melki Laka Lena sedang dinas di TTS saat aksi berlangsung, sementara massa tetap menyuarakan tuntutan soal perlindungan buruh, upah layak, serta pengaktifan BUMD untuk peningkatan PAD daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4 Mei 2026

Aksi demonstrasi pertama dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus dan Aliansi Pikap Kota Kupang di Kantor Gubernur NTT, menuntut bertemu dengan Gubernur Melki Laka Lena.

7 Mei 2026

Aksi jilid dua digelar di Kantor Gubernur NTT. Massa mulai berkumpul pukul 13.00 WITA di Mapolda NTT sebelum bergerak ke lokasi demo. Bentrokan terjadi sekitar pukul 16.09 WITA dan mereda setelah polisi menembakkan watercanon.

7 Mei 2026

Pada pukul 17.00 WITA massa menunggu Wakil Gubernur Johni Asadoma, namun pertemuan batal karena adanya tamu dari Timor Leste. Sekitar pukul 20.00 WITA, dua demonstran melapor ke SPKT Polda NTT terkait luka yang dialami.

8 Mei 2026

Kabid Humas Polda NTT Henry Novika Chandra mengonfirmasi empat korban luka akibat bentrokan, terdiri dari dua polisi dan dua mahasiswa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Bentrok terjadi antara massa demonstran dan aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, yang mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka dari kedua belah pihak.
  • Who?
    Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus, Aliansi Pikap Kota Kupang, aparat kepolisian Polda NTT, serta Gubernur NTT Melki Laka Lena yang saat itu sedang berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
  • Where?
    Peristiwa berlangsung di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang, setelah massa bergerak dari Mapolda NTT menuju lokasi aksi.
  • When?
    Aksi dimulai Kamis, 7 Mei 2026 pukul 13.00 WITA dan bentrokan terjadi sekitar pukul 16.09 WITA; laporan korban disampaikan pada malam hari sekitar pukul 20.00 WITA.
  • Why?
    Massa menuntut bertemu dengan Gubernur untuk menyampaikan aspirasi terkait perlindungan buruh, partisipasi dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan, serta penolakan efisiensi anggaran tahun 2027.
  • How?
    Bentrokan bermula ketika massa memaksa masuk ke area kantor gubernur dan dihalau polisi; situasi memanas hingga terjadi saling dorong dan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak mahasiswa datang ke kantor Gubernur di Kupang karena mau ketemu Pak Gubernur Melki, tapi beliau lagi kerja di tempat lain. Polisi jaga di sana, lalu orang-orang dorong-dorongan dan lempar batu. Ada yang luka, dua dari polisi dan dua dari mahasiswa. Sekarang mereka sudah tenang dan bikin laporan ke polisi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus dan Aliansi Pikap Kota Kupang kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (7/5/2026). Aksi jilid dua tersebut berujung ricuh dan menyebabkan sejumlah peserta aksi serta aparat kepolisian mengalami luka-luka.

Kabid Humas Polda NTT, Henry Novika Chandra, pada Jumat (8/5/2026) membenarkan adanya korban dalam insiden tersebut. Ia menyebut dua orang dari massa aksi dan dua anggota polisi mengalami luka saat pengamanan berlangsung.

Seperti pada demonstrasi sebelumnya, Senin (4/5/2026), massa aksi kembali mendesak untuk bertemu langsung dengan Gubernur NTT, Melki Laka Lena. Namun, saat aksi berlangsung, Melki diketahui sedang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

1. Tembakan watercanon

Demo Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus dan sopir pikap di Kantor Gubernur NTT telan korban. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Arnoldus, saksi mata di lokasi menyebut massa memaksa masuk karena belum bertemu dengan Gubernur Melki. Barikade polisi saat itu langsung menghalau massa. Kondisi memanas saat mobil pikap yang membawa perangkat pengeras suara mencoba masuk.

Tak lama setelahnya kericuhan terjadi antara kedua kelompok ini yang diikuti dengan lemparan batu ke arah Kantor Gubernur NTT. Kondisi itu membuat polisi mengambil tindakan dengan menembakkan air dari mobil watercanon.

"Itu saling dorong sampai ribut, sudah baku lempar. Mahasiswa dan polisi juga kena himpit di sana," jelas pedagang kaki lima itu saat ditemui di lokasi.

Bentrok itu berlangsung sekitar pukul 16.09 WITA hingga kemudian mereda dan massa kembali tenang dan duduk di aspal yang basah. Sementara petugas anti huru-hara tetap bersiaga di depan gerbang.

Massa sempat menunggu Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma di lokasi demo pada pukul 17.00 WITA. Namun pertemuan itu tak terjadi dengan alasan adanya tamu dari Timor Leste.

2. Pendemo bikin laporan polisi

Demo Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus dan sopir pikap di Kantor Gubernur NTT telan korban. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry dalam keterangannya menyebut aksi itu dimulai terlebih dahulu pukul 13.00 WITA di Mapolda NTT sebelum massa bergerak menuju Kantor Gubernur NTT hingga bentrokan itu terjadi.

Menurutnya, pengendalian massa sudah dilakukan seoptimal mungkin sesuai standar operasional dan prosedur (SOP) guna mencegah situasi semakin tidak terkendali.

Namun anggota yang terluka ialah Bripka Yusuf Marsel Sunbanu dari Samapta Polresta Kupang Kota yang mendapat tiga jahitan pada pelipis kanan. Kemudian Bripda Lalu Muhammad Radja Maulidhi dari Ditsamapta Polda NTT mengalami luka robek pada bagian pipi kanan.

Sementara korban dari pendemo yang jadi korban ialah YN dan DS. Keduanya juga telah membuat laporan di SPKT Polda NTT dan pengaduan masyarakat di Yanduan Bid Propam Polda NTT. Laporan ini dilakukan pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WITA.

"Kami pastikan setiap laporan masyarakat akan ditangani secara profesional, objektif, transparan, dan proporsional dengan tetap mengedepankan prinsip kepastian hukum serta penghormatan terhadap hak-hak seluruh pihak,” tegas dia.

3. Agenda Gubernur NTT di TTS

Demo Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus dan sopir pikap di Kantor Gubernur NTT telan korban. (Dok Polresta Kupang Kota)

Melki sendiri diketahui berada di TTS untuk sejumlah kegiatan seperti menutup kegiatan pelatihan UMKM, memimpin apel HUT Pemadaman Kebakaran dan HUT Satpol PP, serta membuka sidang majelis khusus daerah Gereja Bethel Indonesia (GBI) NTT.

Sementara demonstran di Kota Kupang tetap membawa tuntutan demo seperti aksi jilid pertama. Massa menuntut perlindungan hukum terhadap buruh dan agar ada partisipasi buruh dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan. Massa menuntut pula pemenuhan upah dan kontrol jam kerja buruh.

Tuntutan lainnya yaitu menolak efisiensi anggaran tahun 2027, sebab efisiensi ini dinilai hanya "menggemukkan" Badan Gizi Nasional (BGN) dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Massa menuntut khusus Pemprov NTT untuk mengaktifkan BUMD (Kawasan Industri Bolok) dan PT Flobamor demi meningkatkan PAD NTT.

Editorial Team