Komisi II dan IV anggota DPRD Lotim saat meminta klarifikasi Sekdis Dikbud (IDN Times/Ruhaili)
Anggota DPRD Lotim, dari Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) Tohri Azhar mengatakan tidak ada sedikit pun tindakan politisasi Pokir yang dilakukan oleh anggota DPRD, karena Pokir untuk sektor pendidikan bersifat diarahkan. Justru Dinas Dikbud Lotim telah gagal dalam membangun pendidikan secara merata. Khususnya untuk lembaga pendidikan swasta, terutama kepada lembaga madrasah-madrasah yang ada di Lotim.
"Sudah jadi rahasia umum ada diskriminasi antara lembaga pendidikan negeri dan swasta. Dan selama ini, dana Pokir kami itulah yang menjadi tulang punggung perbaikan dan pembenahan lembaga pendidikan swasta di Lombok Timur," ujarnya.
Menurutnya, selama itu menjadi aspirasi masyarakat untuk diperbaiki, maka diusulkan untuk diperbaiki, tanpa ada embel-embel apa pun. Sebab, dengan apapun dalih yang ada, sentuhan Pokir DPRD ke lembaga pendidikan swasta berdampak nyata dalam membantu Dinas Dikbud dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Timur.
"Mestinya Dinas Dikbud Lotim harus bersyukur dengan adanya perhatian DPRD ke lembaga pendidikan swasta," tegasnya.