Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
85d8ce590ad8981ca2c8286f79f59954_img20260113wa0107.jpg
Bahu jalan di Ende terkikis sungai yang meluap. (Dok Polres Ende)

Intinya sih...

  • Jalan terkikis dan sungai meluap di Kabupaten Ende akibat curah hujan intens, memicu potensi longsor susulan.

  • Longsor tutup jalan utama Ruteng-Reo di Manggarai, menyebabkan kemacetan total dan gangguan aktivitas masyarakat.

  • Puting beliung melanda Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, merusak rumah seorang petani setempat tanpa korban jiwa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir. Dampaknya, akses jalan mengalami kerusakan cukup parah, terutama di Kabupaten Manggarai dan Ende. Sementara itu, di Kabupaten Kupang, sejumlah rumah warga dilaporkan rusak akibat cuaca buruk tersebut.

Warga pun diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Pemerintah daerah setempat bersama aparat terkait dilaporkan telah melakukan pemantauan di lapangan serta penanganan awal terhadap wilayah terdampak.

1. Sungai meluap, jalan terkikis

Ilustrasi cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Ende terlihat pada terkikisnya bahu jalan lintas Trans Utara Welamosa–Maukaro sepanjang sekitar 100 meter. Kerusakan tersebut terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir, terutama pada Senin (12/1/2026). Kondisi ini menyebabkan aliran sungai di sisi jalan menjadi semakin deras hingga meluap dan menggerus bahu jalan.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, mengatakan ruas jalan tersebut memang tergolong rawan longsor saat curah hujan tinggi. Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.

"Karena lokasi jalan yang berdekatan dengan aliran kali menjadikan ruas tersebut sangat rentan mengalami kerusakan saat hujan dengan intensitas tinggi," ujarnya.

2. Longsor tutup akses jalan di Manggarai

Upaya pembukaan akses jalan yang terputus di Manggarai akibat cuaca ekstrem. (Dok Polres Manggarai)

Sementara itu, di Kabupaten Manggarai terjadi longsor dengan tinggi material tanah sekitar 4 meter dan panjang 18 meter yang menutup akses jalan utama Ruteng–Reo. Peristiwa ini terjadi pada Senin (12/1/2026) dan dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya.

Longsor tersebut terjadi di wilayah Kampung Watu Gak, Kelurahan Pagal, Kecamatan Cibal, Manggarai. Akibatnya, akses jalan terputus total sehingga menyebabkan kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui unit terkait telah melakukan upaya pembersihan material longsor serta membuka kembali akses jalan yang tertutup. Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu bersama Sekretaris Daerah Manggarai Lambertus Paput turut turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses pembersihan material longsor tersebut.

3. Puting beliung di Kabupaten Kupang

Rumah warga mengalami kerusakan atap di Kabupaten Kupang akibat puting beliung. (Dok Polres Kupang)

Pada hari yang sama, angin puting beliung melanda Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, yang mengakibatkan rumah seorang warga mengalami kerusakan. Korban diketahui bernama Chalindo Daepani (29), seorang petani setempat. Akibat kejadian tersebut, rumah korban mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan hanya menimbulkan kerugian material.

“Tidak terdapat korban jiwa pada kejadian ini dan korban juga telah menerima bantuan dari BPBD Kabupaten Kupang berupa kebutuhan pokok, antara lain beras, selimut, perlengkapan mandi, minyak goreng, gula, susu, kopi, teh celup serta ikan kaleng,” jelas Kapolres Kupang, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).

Ia juga mewajibkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif menyampaikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem.

4. Potensi hujan lebat hingga 19 Januari

Ilustrasi Kantor BMKG (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, secara terpisah menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 13–19 Januari 2026. Sti menjelaskan, kondisi cuaca di wilayah NTT secara umum diperkirakan cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, terdapat peluang terjadinya hujan dengan intensitas lebih tinggi di sejumlah wilayah.

“Potensi hujan sedang hingga lebat masih perlu diwaspadai masyarakat di NTT, terutama karena adanya pengaruh dinamika atmosfer regional,” kata Sti.

Editorial Team