Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi tangan bayi
ilustrasi tangan bayi (pexels.com/Markus Spiske)

Intinya sih...

  • Bus lintas negara serempet satu keluarga di NTT

  • Terjadi saat menyalip korban, bus asal Timor Leste bernama Babadok melaju dari arah Kupang menuju Dili. Korban mengalami luka ringan, berat, hingga kehilangan nyawa.

  • Semua korban mengalami luka, satu bayi meninggal dunia

  • Korban tewas dalam kecelakaan ini usai mendapatkan perawatan medis selama beberapa hari. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 500 ribu.

  • Kerugian materil Rp 500 ribu

  • Sopir bus kurang berhati-hati saat menyalip motor satu keluarga sehingga menyebabkan jatuhnya korban. Sat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Sebuah bus lintas negara, Kupang (Indonesia) - Dili (Timor Leste) terlibat kecelakaan yang menyebabkan satu keluarga mengalami luka ringan, berat, hingga kehilangan nyawa.

Peristiwa nahas ini terjadi di Jalan Timor Raya, Desa Loli, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Selasa (30/12/2025).

Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen, melalui Kasat Lantas Polres TTS, IPTU Al Fathan Bimo Pratama, menyebut korban tewas dalam kecelakaan ini usai mendapatkan perawatan medis selama beberapa hari.

1. Terjadi saat menyalip korban

ilustrasi TKP (unsplash.com/Richard Bell)

Kronologisnya, jelas dia, bus asal Timor Leste bernama Babadok dengan nomor polisi A.30-336 ini melaju dari arah Kupang menuju Dili pagi itu. Bus yang dikemudikan oleh Jose Goncalves (49), warga negara Timor Leste, menyalip Rudi Yansyah (32) bersama keluarga yang mengendarai motor matic dengan nomor polisi DH 6045 LG.

Rudi mengaku ia menepi dan memperlambat laju kendaraannya agar bus tersebut dalam mendahului. Bus itu mulai melewati motor Rudi dan saat itulah stang motornya diserempet oleh badan bus hingga ia dan keluarganya terpental ke tepi jalan.

"Sehingga akibat dari serempetan itu Rudi Yansyah yang membonceng istri serta dua orang anaknya terjatuh dan terseret di badan jalan,” jelasnya.

2. Semua korban mengalami luka

Ilustrasi TKP (pexels/Kat Wilcox)

Yanuaria Theresia (28), istri dari Rudi, mengalami luka serius berupa patah tulang tangan kanan serta benturan di kepala. Anak pertama mereka, Alfajar (6), mengalami luka lecet pada wajah dan tangan. Kemudian anak bungsu mereka, Muhamad Azlan, yang baru berumur satu tahun mengalami pendarahan hebat. Sementara Rudi sendiri mengalami luka lecet pada siku kanan dan kedua lutut.

Seluruh korban sempat mendapatkan perawatan awal di Puskesmas Polen sebelum dirujuk ke RS Leona Kefamenanu.

"Akibat kecelakaan tersebut, satu bayi meninggal dunia. Sementara tiga korban lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda. Korban yang dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.35 WITA pada hari tersebut saat menjalani perawatan." katanya.

3. Kerugian materil Rp500 ribu

Ilustrasi TKP (IDN Times/Mardya Shakti)

Ia menduga sopir bus kurang berhati-hati saat menyalip motor satu keluarga ini sehingga kelalaian ini menyebabkan jatuhnya korban. Dalam pernyataan yang sama ini menyebut kerugian materiil kasus ini diperkirakan mencapai Rp500 ribu.

Satlantas Polres TTS juga telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari menerima laporan, mendatangi dan mengolah TKP, mencatat keterangan saksi, mengamankan barang bukti, hingga membuat laporan polisi dan permintaan visum terhadap para korban.

"Kasus kecelakaan ini kini masih dalam penanganan Satlantas Polres TTS untuk proses hukum lebih lanjut." tutupnya.

Editorial Team